WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bali masih menjadi tolok ukur wisata premium Indonesia. Namun, pesona destinasi lain seperti Labuan Bajo dan Pulau Sumba kini semakin diperhitungkan di pasar pariwisata kelas atas.
Hal itu tergambar dalam rekomendasi Aliansi Jurnalis Pariwisata Bali (AJIP Bali) yang menetapkan delapan resor pantai terbaik Indonesia untuk 2026. Daftar tersebut disusun berdasarkan penilaian terhadap kualitas pelayanan, pengalaman tamu, lokasi, desain, hingga komitmen terhadap keberlanjutan.
AJIP Bali merupakan komunitas wartawan yang fokus mengawal perkembangan industri pariwisata Bali dan Indonesia serta mendorong peningkatan kualitas destinasi wisata nasional.
Adapun delapan resor yang masuk dalam rekomendasi tersebut yakni:
• The Legian Seminyak, Bali
• Ta'aktana, a Luxury Collection Resort & Spa, Labuan Bajo
• NIHI Sumba
• The Ritz-Carlton Bali
• Regent Bali Canggu
• Hotel Indigo Bali Seminyak Beach
• Jumeirah Bali
• Desa Potato Head Bali
Koordinator AJIP Bali, Giostanovlatto Sinantong, mengatakan persaingan industri resor saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kemegahan bangunan atau fasilitas mewah.
Menurutnya, wisatawan kelas premium kini lebih mengutamakan pengalaman selama menginap dibanding sekadar kemewahan fisik.
"Wisatawan internasional sekarang semakin kritis dalam memilih akomodasi," ungkap Giostanovlatto dalam siaran tertulis pada Minggu (5/7/2026).
"Mereka ingin menikmati pelayanan yang berkualitas, merasakan budaya lokal, serta mengetahui bahwa tempat mereka menginap juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Faktor-faktor itu kini menjadi nilai tambah yang menentukan keputusan mereka," jelasnya.
Baca juga: Elly Sugigi Oplas Hidung dan Kelopak Mata, Akui Capek Dihina Netizen
Ia menilai Bali tetap menjadi wajah utama pariwisata Indonesia karena memiliki ekosistem yang lengkap, mulai dari infrastruktur, konektivitas, hingga pilihan akomodasi berstandar internasional.
Meski demikian, masuknya Labuan Bajo dan NIHI Sumba dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa destinasi wisata premium Indonesia mulai berkembang lebih merata.
Menurut Giostanovlatto, kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk memperluas pasar wisata berkualitas ke berbagai daerah di Indonesia.
"Ketika semakin banyak destinasi mampu menghadirkan standar pelayanan kelas dunia, maka citra pariwisata Indonesia juga akan semakin kuat. Wisatawan memiliki lebih banyak pilihan tanpa harus selalu terpusat di satu destinasi," katanya.
AJIP Bali berharap semakin banyak pelaku industri pariwisata yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat identitas lokal agar mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan industri pariwisata global.
Dengan meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman yang autentik dan berkelanjutan, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata premium unggulan di kawasan Asia Pasifik.