Masukkan Anak ke Pesantren, Celine Evangelista Tak Kuasa Tahan Tangis Saat Berpisah, Marissa Haru
Murhan July 05, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Artis Celine Evangelista memutuskan memasukkan anaknya ke pesantren. Janda Stefan William itu lantas menangisi kepergian Jemima Guri Clementine, anak tertuanya pergi menuntut ilmu di pondok pesantren.

Memang, putri angkat Celine Evangelista yang telah lulus dari bangku SMP tersebut kemudian melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu SMA.

Meski begitu, Celine Evangelista memutuskan untuk menyekolahkan Jemima di pondok pesantren yang kaya akan ilmu keagamaannya.

Tangisan menyertai Celine Evangelista saat mengantarkan Jemima ke pondok tersebut.

Hal ini terungkap berdasarkan pantauan Banjarmasinpost.co.id pada Minggu (5/7/2026) melalui video instagram stories yang dibagikan oleh adik perempuan Celine yakni Marissa Brigitta.

Baca juga: Kini Diajak ke Villa Ayu Ting Ting, Perlakuan Kevin Gusnadi pada Anak Syifa Picu Reaksi Umi Kalsum

Marissa merekam aktivitas Celine ketika mengganti sprei tempat tidur Jemima di pesantren.

“WKWKWKWKWKWK
Seekor nyonya besar ganti sprei.
Suatu moment haru yang harus di abadikan, “ujar Marissa Brigitta.

Celine Evangelista yang mengenakan cadar hitam tampak sedang sibuk merapikan tempat tidur Jemima. Marissa mengabadikannya melalui sisi samping kanan.

Di satu sisi, Celine Evangelista justru sedih karena berat meninggalkan Jemima di pesantren.

Maklum ini pertama kalinya Celine harus berpisah tinggal dari anak pertamanya tersebut.

Sejak kecil mereka selalu tinggal bersama dalam satu rumah tetapi kini harus berpisah sementara waktu hingga Jemima lulus nanti.

Celine sampai menangis berkelanjutan meskipun Jemima sendiri justru merasa santai.

“YA ALLAH NINGGALIN ANAK MONDOK BEGINI RASANYA MOMMYNYA NANGIS
TERUS..
ANAKNYA MALAH SANTAI AJAA, “ kata perempuan berusia 34 tahun itu.

Dalam stories berikutnya, Celine Evangelista menunjukkan penampakan langit-langit masjid di pondok pesantren itu. 

Ia percaya Jemima akan baik-baik saja di pesantren pilihan sang ibu demikian. Celine berpesan agar Jemima belajar dengan pintar di sana.

“INSYAALLAH KAKAK BAIK2 SELAMA DISINI YA KAK BELAJAR YG PINTER, “ ujar Celine.

MASUK PESANTREN - Artis Celine Evangelista antarkan anak sulungnya, Jemima mondok di pesantren, dicapture Minggu (5/7/2026). Tangisnya tak terbendung saat merapikan kamar tidur Jemima di pondok.
MASUK PESANTREN - Artis Celine Evangelista antarkan anak sulungnya, Jemima mondok di pesantren, dicapture Minggu (5/7/2026). Tangisnya tak terbendung saat merapikan kamar tidur Jemima di pondok. (Instagram/celine_evangelista)

Dalam postingan stories berbeda, Celine juga menunjukkan penampakan Jemima yang sudah mengenakan abaya hitam di dalam mobil.

Saat itu Jemima mau diantarkan oleh ibunya ke pondok pesantren dengan dandanan yang tertutup dari atas hingga bawah.

Terlihat wajah Jemima justru tersenyum manis di depan kamera saat hendak berpisah dengan ibunya tersebut.

4 Tips Pilih Pesantren untuk Anak

Akhir-akhir ini pendidikan model pesantren atau boarding school semakin diminati masyarakat. Hal tersebut tidak lepas dari kualitas lembaga pendidikan pesantren yang terus membaik dari zaman ke zaman.

Selain itu, mindset masyarakat terhadap dunia pesantren juga telah berubah.

Menjelang tahun ajaran baru, pastinya orangtua sudah gelisah tentang bagaimana memilih pesantren yang tepat untuk anaknya.

Wajar saja, terlebih pada orangtua yang belum mengenal dunia pesantren dengan baik.

Atas dasar hal itu, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UM Surabaya, Gandhung Fajar Panjalu angkat suara.

Dia mengatakan, nilai positif yang didapatkan ketika anak masuk pesantren sangatlah banyak.

"Kedisiplinan untuk beribadah dan belajar tepat pada waktunya menjadi salah satu poin utama. Selain itu, kemandirian dan kemampuan untuk bersosialisasi dengan kawan juga menjadi nilai yang ditanamkan," ucap dia dalam keterangannya dikutip dari laman UM Surabaya, Rabu (8/2/2023).

Baca juga: Bank Jombang Beberkan Riwayat Kredit Nenek Ngatini, Sebut Utang Rp 70 Juta Hasil Refinancing

Dalam memilih pesantren untuk anak, Fajar membagikan sejumlah tips untuk orangtua.

Pertama, diskusikan dengan anak. Bagaimanapun juga berdiskusi dengan anak terkait rencana pendidikan menjadi hal yang penting.

Selain untuk mengukur kemampuan anak, juga untuk memastikan bahwa anak memiliki kemauan untuk menempuh pembelajaran di pesantren.

Apabila anak merasa tidak nyaman dengan pesantren tempat ia belajar maka akan berpengaruh terhadap proses dan hasil belajarnya kelak.

Kedua, pilih pesantren dengan keunggulan yang diharapkan. Beberapa pesantren memiliki keunggulan yang berbeda.

Misalnya pesantren dengan penguatan pada ilmu nahwu sharaf, tahfidz, kemampuan bahasa asing, bahkan beberapa pesantren modern memiliki keunggulan bidang sains dan entrepreneur.

Ada pula pesantren yang memiliki keunggulan dari aspek finansial, seperti pemberian beasiswa bagi santri yang memenuhi syarat tertentu.

Aspek keunggulan ini dapat dicari infonya melalui website, informasi alumni, maupun pemerhati pesantren.

Ketiga, lakukan survei ke pesantren yang diminati. Sebelum memilih pesantren sebagai tempat belajar anak, terlebih dahulu kunjungi lembaga tersebut untuk melihat secara langsung fasilitas dan proses pembelajaran yang dimiliki.

Pastikan pesantren tersebut memiliki fasilitas pembelajaran yang layak, kamar tidur, dan ruang mandi yang memadai dengan jumlah santri.

"Utamakan yang memiliki kamar mandi dengan air mengalir alias tidak tertampung terlalu lama, sehingga meminimalisir potensi penyakit kulit yang biasanya dialami para santri," ujar Fajar lagi.

Keempat, pilih pesantren dengan pelayanan lengkap. Pelayanan yang dimaksud mulai dari pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan minat-bakat.

Pada pelayanan bidang pendidikan, pilih pesantren yang telah mengintegrasikan kurikulum pendidikan formal dan pendidikan non-formal.

Fajar menegaskan, pemilihan ini tidak dapat diabaikan mengingat ijazah formal menjadi dokumen prasyarat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Pelayanan kesehatan berkaitan dengan jaminan bahwa nantinya anak akan mendapatkan pelayanan terbaik jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti sakit.

"Sementara pelayanan pengembangan minat-bakat berkaitan dengan penyaluran hobi yang positif di luar perkuliahan, seperti ekstrakurikuler olahraga, kebahasaan, dan sebagainya," tukas dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Kristin Juli Saputri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.