Menteri Ara Semprot Anak Buahnya saat Tinjau Program Bedah Rumah di Sumedang
Muhamad Syarif Abdussalam July 05, 2026 08:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Lingkungan Burujul, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Minggu (5/7/2026).

Dalam kunjungan kerjanya, Maruarar yang akrab disapa Bang Ara didampingi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman.

Ara ingin memastikan program bedah rumah berjalan sesuai target, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat penerima bantuan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan kepada Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa II, Mulya Permana dan seluruh pihak agar bekerja dengan kepastian, bukan sekadar memberikan janji.

"Jangan ada bahasa yang mengambang seperti 'diusahakan'. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian, apakah bisa selesai atau pasti beres," kata Maruarar kepada Mulya Permana. 

Ara juga mengingatkan masih banyak masyarakat di Jawa Barat yang membutuhkan perhatian pemerintah, sehingga seluruh jajaran diminta bekerja cepat dalam memberikan solusi.

"Warga Jawa Barat masih banyak yang miskin. Mudah-mudahan pemimpinnya bisa bekerja cepat dan memberikan solusi," katanya.

Program BSPS yang ditinjau Maruarar menerapkan sistem Pemilihan Terbuka Toko (PTT) atau yang dikenal sebagai Tender Rakyat.

Melalui mekanisme tersebut, masyarakat penerima bantuan diberi keleluasaan memilih toko bangunan lokal yang menyediakan material dengan harga dan kualitas terbaik.

Skema ini diterapkan untuk meningkatkan transparansi sekaligus memberi kendali kepada masyarakat dalam pengadaan bahan bangunan.

Saat bertemu dengan salah seorang penerima bantuan, Ara juga memberikan uang tambahan yang disebutnya untuk membeli susu.

Namun, ia turut menitipkan pesan kepada penerima bantuan agar menggunakan bantuan dengan baik dan menghindari perilaku yang merugikan.

"Awas kamu ya, jangan main judi online. Hormati orang tua," pesannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.