Gubernur Khofifah Sambut Ribuan Pelari dari 21 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno Pasuruan
Eko Darmoko July 05, 2026 09:45 PM

SURYAMAMALANG.COM, KABUPATEN PASURUAN - Sebanyak 4.014 pelari dari 22 negara benua Eropa, Afrika, dan Asia menempuh jalur ekstrem Gunung Arjuno-Welirang, di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dalam Malang Trail Runners Mantra 116, Minggu (5/7/2026).

Setelah sempat terhenti setahun karena pandemi, kegiatan yang sudah memasuki usia sepuluh tahun ini kembali digelar dalam enam kategori jarak rute, mulai dari sepuluh kilometer hingga 116 kilometer.

Mereka terlihat sangat antusias menjajal rute baru yang melewati jalur Lincing.

Penambahan jalur baru ini sengaja dirancang agar para peserta tidak merasa bosan dengan rute yang disajikan pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

Kawasan hutan yang dilewati para peserta merupakan bagian dari wilayah konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo yang menyimpan kekayaan flora dan fauna endemik.

Kelestarian lingkungan di sepanjang rute pelarian tetap menjadi prioritas utama yang dijaga ketat oleh pihak pengelola hutan dan panitia.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut agenda olahraga berskala internasional ini memberikan dampak perputaran ekonomi yang besar pada sektor perhotelan dan jasa transportasi lokal.

Baca juga: Jembatan Cangar Tuntas Dipasang Pagar Pengaman, Kini Jadi Spot Favorit Wisatawan

Komitmen kepala daerah dalam mengawal iklim wisata berbasis lingkungan menjadi kunci utama suksesnya investasi kreatif di sektor hiburan ini.

“Hari ini kita akan eksplor lereng Arjuno dan indahnya Tahura Raden Soerjo."

"Bagaimana kita menikmati Indonesia dengan alamnya dan mudah-mudahan ini menjadi sport tourism yang akan jadi energi positif bagi kita semua."

"Makin inovatif, makin kreatif dan tentu kita harapkan start happy finish happy,” kata Gubernur Khofifah.

Khofifah menilai, agenda seperti Mantra 116 sangat berkontribusi nyata dalam memperkuat posisi provinsi sebagai destinasi wisata unggulan nasional.

Lonjakan jumlah pelancong asing dari 21 negara yang menginap di sekitar Pasuruan otomatis akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor pajak hiburan dan kuliner.

Sinergi yang kuat antara pemerintah dan pihak swasta berhasil menciptakan ekosistem perniagaan baru yang berbasis pada kearifan lokal masyarakat adat.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi mengatakan, pihaknya sudah menerbitkan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) agar kawasan ini bisa digunakan untuk sportourism.

“Dan kesekian kali ini, saya minta kemarin Mantra juga kampanye terkait dengan pengawetan, kemudian pengayaan kawasan konservasi itu menjadi penting,” katanya.

Jumadi menegaskan bahwa promosi lingkungan ini sangat strategis karena selaras dengan program Jatim Lestari yang digagas oleh pemerintah daerah.

Pemerintah daerah kini tengah membidik perluasan rute lari agar dapat melewati ratusan jaringan desa wisata yang tersebar di wilayah kaki gunung.

Strategi perluasan ini diyakini mampu meratakan distribusi pendapatan ekonomi agar tidak hanya berpusat di area perkotaan saja.

Rencana ini memperkuat keinginan pemerintah daerah untuk menjadikan Jatim sebagai provinsi dengan event terbanyak.

“Jawa Timur mendeklarasikan diri sebagai provinsi yang mempunyai event terbanyak."

"Ini sudah dibuktikan jumlah event kita ada ribuan di Jawa Timur,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari.

Menurut Evy, sekitar 30 persen wisatawan selama ini hadir karena ada event.

Tak heran jika kemudian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengoptimalkan sektor sport tourism sebagai mesin baru untuk menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kunjungan wisatawan asing.

Langkah inovatif ini juga diyakini efektif dalam membangkitkan sektor pelaku usaha mikro serta mengenalkan potensi desa wisata di sekitar lereng pegunungan.

Evy yakin jumlah kunjungan pelancong mancanegara akan meningkat hingga dua kali lipat dibanding realisasi tahun sebelumnya melalui pematangan konsep eco sport tourism.

Melalui kesuksesan promosi cagar biosfer internasional UNESCO, iklim investasi pariwisata di Jawa Timur diproyeksikan akan semakin cerah dan kompetitif.

Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus memfasilitasi perizinan kegiatan serupa demi mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Sempat Ada Penumpang yang Kecopetan, Minat Masyarakat Terhadap Trans Jatim Tidak Terpengaruh

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.