BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI-Kericuhan terjadi di babak 16 besar turnamen sepak bola Bupati HST Cup 2026, Sabtu (4/7/2026).
Wasit yang memimpin pertandingan antara Bhazink FC melawan Antaludin FC di Stadion Murakata Barabai kena jotos suporter.
Pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi itu dimenangkan Bhazink FC dengan skor tipis 1-0. Kericuhan terjadi setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Kericuhan dipicu ketidakpuasan dari pihak Antaludin FC terhadap keputusan wasit yang memimpin pertandingan.
Sejumlah pemain mendatangi wasit untuk melakukan protes yang kemudian memicu situasi semakin tidak terkendali.
Baca juga: 195 Atlet Ikuti Martapura Taekwondo Championship 2026, Ajang Uji Kemampuan dan Pembinaan Prestasi
Baca juga: Live RCTI Malam Hari, Ini Jadwal Siaran Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Ada Vietnam dan Kamboja
Tidak hanya melibatkan pemain, sebagian penonton juga turun dari tribun menuju area lapangan. Dalam insiden tersebut, wasit Angga Nur Hidayat yang memimpin pertandingan dilaporkan menerima pukulan di bagian wajah dari salah seorang suporter.
Panitia pelaksana kemudian berupaya meredam situasi dan menengahi kedua pihak. Meski sempat terjadi kericuhan, hasil pertandingan tetap dinyatakan sah dengan kemenangan 1-0 untuk Bhazink FC.
Pascakejadian tersebut, manajemen Antaludin FC menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kericuhan yang terjadi.
Manager Antaludin FC, Akbar Anugrah Wardana, menyampaikan penyesalan atas insiden yang melibatkan tim maupun pendukung mereka.
"Kejadian ini sebagai bahan evaluasi untuk kami semua, ke depan bisa lebih baik," ujar Akbar.
Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung di hadapan panitia pelaksana dan pihak terkait.
Pertemuan itu turut dihadiri Ketua Pelaksana Bupati HST Cup 2026 Yajid Fahmi AS, wasit Angga Nur Hidayat, serta sejumlah awak media di Hulu Sungai Tengah.
Sementara itu, Angga Nur Hidayat selaku wasit yang memimpin pertandingan mengaku telah menerima permohonan maaf yang disampaikan pihak Antaludin FC dan menganggap persoalan tersebut telah selesai.
Insiden tersebut menjadi catatan penting bagi penyelenggaraan turnamen agar pengamanan serta pengendalian emosi di dalam maupun luar lapangan dapat lebih diperhatikan pada pertandingan berikutnya. (banjarmasinpost.co.id/stanislaus sene)