Meski Baru Capai 21,19 Persen, Aktivasi IKD Kabupaten Madiun Tertinggi seJatim
Ndaru Wijayanto July 05, 2026 08:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Capaian aktivasi Indeks Kependudukan Digital (IKD) Kabupaten Madiun masih di bawah target nasional yaitu 30 persen.

Per Mei 2026, capaian aktivasi IKD Kabupaten Madiun masih berada di angka 21,19 persen.

Namun demikian, angka tersebut menjadi capaian tertinggi dibandingkan 37 kabupaten/kota lain di seluruh Jawa Timur.

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Madiun, Sayogya mengatakan, meski belum memenuhi target nasional, pihaknya bersyukur karena Kabupaten Madiun mampu menjadi daerah dengan persentase aktivasi IKD tertinggi di Jawa Timur.

"Alhamdulillah capaian IKD kami per Mei mencapai 21,19 persen. Memang belum mencapai target nasional 30 persen, tetapi untuk tingkat Jawa Timur Kabupaten Madiun nomor satu," ujar Sayogya, Minggu (5/7/2026).

Sayogya mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam meningkatkan aktivasi IKD.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Dispendukcapil, masih ada masyarakat yang belum memiliki ponsel pintar Android maupun belum memahami manfaat dan cara aktivasi IKD.

Baca juga: Madiun Jadi Tuan Rumah Seri Pembuka Kejurda RC Rally Jatim 2026, Penghobi dari Jateng Ikut Tanding

Untuk mengatasi hal tersebut, Dispendukcapil terus menggencarkan sosialisasi hingga tingkat kecamatan dan desa agar informasi mengenai IKD dapat diteruskan kepada masyarakat.

"Kami sudah mengundang pihak kecamatan dan desa untuk ikut menyosialisasikan kepada warganya," ungkapnya.

Selain sosialisasi, Dispendukcapil juga menerapkan strategi jemput bola dengan membuka layanan administrasi kependudukan di berbagai kegiatan masyarakat.

Salah satunya melalui rangkaian Sepasma (Sepasar ing Madiun) yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Madiun.

"Di setiap kegiatan Sepasma kami ikut membuka pelayanan. Minggu ini di wilayah selatan, berikutnya di wilayah tengah, lalu wilayah utara. Tujuannya untuk memudahkan dan membahagiakan masyarakat," jelasnya.

Pelayanan jemput bola juga dilakukan setiap akhir pekan melalui program Leladi Sesami (Layanan Administrasi Kependudukan Sehari Sampai Madiun).

Program tersebut menggunakan dua unit mobil pelayanan keliling yang mendatangi desa-desa di seluruh wilayah Kabupaten Madiun secara bergiliran.

Menurut Sayogya, antusiasme masyarakat cukup tinggi, terutama saat layanan dibuka di kawasan Alun-Alun Caruban bertepatan dengan kegiatan Car Free Day.

"Kalau di Alun-Alun Caruban, setiap Sabtu atau Minggu, permohonan cetak KTP bisa lebih dari 50 orang. Di wilayah selatan seperti Lapangan Beran dan Pasar Dolopo juga ramai," tuturnya.

Sementara itu, minat masyarakat di wilayah barat Kabupaten Madiun cenderung lebih rendah.

Berdasarkan pengakuan warga, hal tersebut karena akses menuju Mal Pelayanan Publik (MPP) relatif dekat sehingga mereka memilih datang langsung ke lokasi tersebut dibanding memanfaatkan layanan keliling.

Dispendukcapil berharap berbagai upaya jemput bola dan sosialisasi yang terus dilakukan mampu meningkatkan angka aktivasi IKD sehingga target nasional sebesar 30 persen dapat segera tercapai

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.