Dewan Pengawas PDAM Tirta Mountala Ajak Masyarakat Awasi Pencurian Air
Eddy Fitriadi July 05, 2026 08:37 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Dewan Pengawas PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, T. Abulis Samarkhan, mengajak masyarakat, khususnya pelanggan PDAM, untuk berperan aktif mengawasi serta melaporkan dugaan pencurian air melalui sambungan maupun jaringan ilegal.

Menurut Abulis, praktik tersebut tidak hanya merugikan perusahaan daerah, tetapi juga berdampak terhadap pemerataan distribusi air bersih kepada pelanggan yang selama ini taat membayar rekening.

"Upaya mewujudkan pelayanan air bersih yang berkualitas, adil, dan berkelanjutan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, manajemen PDAM, dan masyarakat sebagai pelanggan," ujarnya, Minggu (5/7/2026).

Ia menegaskan, seluruh pihak perlu bersinergi menjaga aset dan sistem distribusi air dari berbagai praktik ilegal yang merugikan kepentingan publik.

"Kami berkomitmen melindungi hak-hak pelanggan yang selama ini taat membayar rekening air. Setiap bentuk penyalahgunaan, baik yang melibatkan oknum internal maupun pihak luar, harus dicegah dan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Selain persoalan pencurian air, Abulis juga menyoroti isu aktivitas pertambangan emas tanpa izin di kawasan hutan lindung Jantho yang menjadi daerah hulu sumber air baku Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tirta Mountala.

Baca juga: PDAM Tirta Mountala Putus 1.300 Sambungan Air, Diduga Curi Air dan Rekening Nunggak

Menurutnya, kualitas dan keamanan air yang didistribusikan kepada masyarakat menjadi prioritas utama. Karena itu, pihaknya telah menginstruksikan direksi dan manajemen PDAM untuk bekerja sama dengan laboratorium independen, seperti PT Sucofindo, guna melakukan pengujian kualitas air secara berkala dan menyeluruh.

Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan air yang disalurkan kepada pelanggan memenuhi standar kualitas air minum sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan, sekaligus memastikan tidak terdapat kandungan berbahaya.

"Termasuk merkuri maupun kontaminan lain yang berpotensi muncul akibat aktivitas pertambangan ilegal," ujarnya.

Abulis menambahkan, keterbukaan informasi, pengawasan berkelanjutan, dan pengujian laboratorium secara independen menjadi bagian dari komitmen PDAM Tirta Mountala dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

"Pelayanan terbaik tidak hanya diukur dari kontinuitas distribusi, tetapi juga dari jaminan bahwa setiap tetes air yang diterima pelanggan aman, sehat, dan memenuhi standar. Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus terus kami jaga melalui kerja nyata dan pengawasan yang berkesinambungan," pungkasnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.