Kronologi Tapir Ditombak Warga Mesuji Lalu Dipukul Pakai Besi Dongkrak, Dagingnya Dibagi-bagi 
Rusaidah July 05, 2026 08:40 PM

 

BANGKAPOS.COM – Kemunculan tapir di Jalan Lintas Timur Sumatera, Mesuji, Lampung dan dibunuh dengan begitu keji menjadi perbincangan di media sosial.

Kronologi warga di Mesuji Lampung bunuh tapir dengan besi dongkrak lalu dagingnya dibagi-bagikan menyita perhatian.

Video munculnya tapir di Jalan Lintas Timur Sumatera, Mesuji, Lampung baru-baru ini pun menuai sorotan.

Baca juga: Kronologi Bripda Nopandri dan Aiptu Sumariyanto Hilang Gerebek Bandar Sabu Ditemukan Tewas di Sungai

Satwa langka yang dilindungi itu justru berakhir tewas dengan keji begitu memilukan.

Kasatreskrim Polres Mesuji, Iptu Adi Setiawan, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di area kebun singkong setelah tapir kembali masuk menuju kawasan hutan.

Di lokasi itulah sejumlah pelaku mulai melakukan pengejaran terhadap satwa dilindungi tersebut.

Kronologi Kejadian

Menurut Adi, tersangka berinisial WS menjadi orang pertama yang mencoba melumpuhkan tapir menggunakan tombak.

"Pelaku WS melakukan pengejaran dengan membawa satu tombak, kemudian tombak tersebut dilemparkan ke arah hewan tapir.

Akan tetapi, awalnya tidak kena. Kemudian tombak tersebut diambil dan dilemparkan kembali sehingga mengenai bagian perut sebelah kiri," kata Adi, Sabtu (4/7/2026).

Meski terkena tombakan, tapir ternyata masih berusaha melarikan diri dan memberontak.

Dalam kondisi terluka, hewan itu terus bergerak untuk menyelamatkan diri dari kejaran para pelaku.

Pengejaran belum berhenti. 

Baca juga: Daftar Nama 6 Kapolda Baru Resmi Dilantik Kapolri, Irjen Pol Pipit Rismanto Pimpin Polda Jawa Barat

Dalam kondisi tapir yang mulai melemah akibat luka tombak, pelaku kembali mendekat sambil membawa alat lain yang digunakan untuk menyerang.

"Pada saat itu juga, WS berlari ke arah tapir dan memukul kembali menggunakan besi dongkrak singkong hingga mengenai bagian kepala, tepatnya di dekat hidung, yang mengakibatkan tapir kejang-kejang dan akhirnya mati," ujar Adi.

Kemunculan seekor tapir langka di Mesuji awalnya mengundang decak kagum warga setelah videonya viral di media sosial. Namun, satwa dilindungi tersebut justru menjadi korban perburuan sadis. Polisi mengungkap tapir ditombak, dipukul hingga tewas, lalu tubuhnya dipotong dan dagingnya dibagikan. Empat pelaku telah ditangkap, sementara dua lainnya masih diburu aparat.
TAPIR -- Kemunculan seekor tapir langka di Mesuji awalnya mengundang decak kagum warga setelah videonya viral di media sosial. Polisi mengungkap tapir ditombak, dipukul hingga tewas, lalu tubuhnya dipotong dan dagingnya dibagikan. Empat pelaku telah ditangkap, sementara dua lainnya masih diburu aparat. (Dok Istimewa/Dokumentasi Polres Mesuji)

Keterangan polisi menggambarkan betapa brutal aksi tersebut berlangsung di tengah kawasan perkebunan. 

Satwa yang seharusnya dilindungi itu disebut mengalami penderitaan sebelum akhirnya kehilangan nyawa.

Setelah tapir dipastikan mati, aksi para pelaku tidak berhenti sampai di sana. 

Dua Pelaku DPO

Polisi mengungkap bahwa beberapa orang lain diduga ikut terlibat dalam proses penyembelihan dan pemotongan tubuh hewan tersebut.

Penyidik menyebut Ketut Suwarne (50), Tri Suharyanto (45), Made Putra (43), serta dua pelaku lain yang kini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO), diduga memotong tubuh tapir untuk dibagikan.

Dari hasil penyelidikan, sebagian daging tapir bahkan diketahui sudah dibawa pulang oleh warga. 

Baca juga: Bagan 8 Besar Piala Dunia Terbaru 5 Juli 2026 Lengkap Hasil Skor, Daftar Tim Lolos dan Jadwal Final

Polisi juga menemukan fakta bahwa sebagian daging telah dimasak sebelum akhirnya diamankan sebagai barang bukti.

Kasus ini pun memicu perhatian luas karena bukan hanya berkaitan dengan perburuan satwa liar, tetapi juga pengolahan daging hewan dilindungi yang seharusnya tidak boleh diburu maupun dikonsumsi.

Terkini sehari setelah kejadian, polisi berhasil menangkap empat dari enam orang yang diduga terlibat.

Adapun identitas empat pelaku yang berhasil diamankan yakni:

  • Ketut Suwarne (50), warga Register 45 Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, yang disebut berperan menombak tapir.
  • Wayan Supatre (30), warga Register 45 Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, berperan mengejar tapir.
  • Tri Suharyanto (45), warga Register 45 Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, berperan menyembelih tapir.
  • Made Putra Yasa (43), warga Register 45 Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, selaku pemilik golok untuk menyembelih tapir.

(Tribun Lampung/Tribunnews.com/Tribun-Medan.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.