TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN – Perbaikan ruas Jalan Jimbaran – Keduwungmanis di Kecamatan Puspo mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama para petani.
Jalan yang selama bertahun-tahun rusak itu kini mulus, sehingga memangkas waktu pengangkutan hasil panen.
Perbaikan ini juga menekan biaya perawatan kendaraan yang selama ini membengkak akibat medan jalan yang buruk.
Bagi warga Keduwung, jalan tersebut bukan sekadar akses penghubung antar desa dan antar kecamatan.
Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, 2 Rumah di Bondowoso Terbakar, Uang Rp100 Juta Turut Lenyap
Ruas itu merupakan jalur utama distribusi hasil pertanian, mulai dari kentang, bawang, hingga aneka sayuran yang setiap hari dikirim ke berbagai daerah.
Mustofa, warga Dusun Krajan, Desa Keduwung, menjadi salah satu yang merasakan langsung manfaat pembangunan jalan tersebut.
Selain bertani kentang dan bawang, ia juga mengirim dan mengangkut sendiri hasil pertanian untuk sampai ke pasar.
Menurut dia, kondisi jalan depan rumahnya ini sangat memprihatinkan sebelumnya.
Kerusakan yang telah berlangsung sekitar enam tahun membuat perjalanan menjadi lambat, tidak nyaman, sekaligus mempercepat kerusakan kendaraan.
“Kalau dulu jalannya rusak parah, seperti lewat jalan di tengah hutan karena aspalnya hampir sudah tidak ada,” katanya, Sabtu (4/7/2026).
Ia mengaku sangat bersyukur sekali jalan sekarang sudah diperbaiki. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang merealisasikan pembangunan jalan ini.
Ia mengatakan, sebelum jalan diperbaiki, perjalanan menuju Kecamatan Puspo membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Kini, setelah ruas jalan selesai diaspal, waktu tempuh berkurang hampir separuh menjadi sekitar 30 menit.
Berkurangnya waktu tempuh perjalanan ini dinilai sangat membantu para petani.
Hasil panen bisa lebih cepat sampai ke tujuan sehingga kualitas komoditas tetap terjaga saat dipasarkan.
Tak hanya itu, kondisi jalan yang lebih baik juga berdampak pada penghematan biaya operasional kendaraan.
Selama jalan rusak, mobil pengangkut hasil panen harus lebih sering masuk bengkel karena komponen kaki-kaki cepat mengalami kerusakan.
“Hampir setiap tahun harus servis karena kaki-kaki mobil cepat rusak. Sekarang jalannya sudah bagus, tentu biaya perbaikan kendaraan juga jauh lebih hemat,” katanya.
Mustofa berharap, pembangunan infrastruktur di wilayah pegunungan terus menjadi perhatian pemerintah.
Apalagi, mayoritas masyarakat yang ada di kawasan pegunungan Pasuruan sangat menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Sementara itu, perwakilan pelaksana proyek dari Tunas Karya Kontraktor James, menjelaskan pembangunan Jalan Jimbaran–Keduwung kini memasuki tahap penyelesaian.
Proyek senilai sekitar Rp2,1 miliar tersebut telah menuntaskan pekerjaan pengaspalan sepanjang 1.590 meter.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian bahu jalan dan pembangunan tembok penahan tanah (TPT).
“Pengaspalan sudah selesai. Tinggal pekerjaan minor berupa bahu jalan dan TPT. Kami targetkan seluruh pekerjaan rampung pada pekan depan,” jelasnya.
James mengatakan, selama pelaksanaan proyek tidak ada kendala berarti.
Tantangan terbesar hanya pada distribusi material karena lokasi pekerjaan berada di kawasan pegunungan sehingga membutuhkan waktu lebih lama.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)