TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah tidak hanya membantu masyarakat memiliki hunian yang layak, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian rakyat.
Hal itu disampaikan Maruarar saat meninjau pelaksanaan program BSPS di Lingkungan Burujul, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Minggu (5/7/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Ara itu, program tersebut telah memberikan dampak ekonomi yang luas karena melibatkan puluhan ribu tenaga kerja dan pelaku usaha kecil.
"Program ini menggerakkan ratusan ribu tukang. Pendamping ikut bergerak, sopir angkutan hidup, warung hidup, toko bangunan juga hidup," ujar Ara.
Menurut data di Jawa Barat, sekitar 127 ribu tukang bangunan terlibat dalam program ini.
Selain memberikan dampak ekonomi, Ara menegaskan pelaksanaan program harus bebas dari praktik pungutan liar.
Ia meminta masyarakat tidak ragu melapor apabila menemukan oknum yang meminta imbalan dalam proses penyaluran bantuan.
"Tidak ada pungutan. Kalau ada yang minta uang, foto, video, viralkan, lalu laporkan," tegasnya.
Ara menjelaskan, program BSPS kini menerapkan sistem Pemilihan Terbuka Toko (PTT) atau Tender Rakyat, sehingga penerima bantuan dapat membandingkan harga material bangunan dari sejumlah toko sebelum menentukan pilihan.
Menurutnya, sistem tersebut membuat proses pengadaan menjadi lebih transparan sekaligus mengajarkan masyarakat bernegosiasi untuk memperoleh harga terbaik.
"Ada perbandingan antartoko, harga-harga transparan. Rakyat diajarkan bernegosiasi dengan toko, dibantu oleh kami sehingga mendapatkan harga yang lebih baik," katanya.
Ia mencontohkan, penerapan sistem tersebut mampu menghasilkan efisiensi anggaran yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk menambah kebutuhan material bangunan.
"Tadi bahkan ada tambahan cat. Masih ada selisih sampai Rp3 juta yang bisa dipakai membeli kebutuhan bangunan lainnya. Uangnya kembali kepada rakyat," ujarnya.
Ara menilai pola tersebut menjadi bukti bahwa program pemerintah dapat berjalan secara transparan tanpa praktik korupsi.
"Bisa seperti itu, dan kita tidak korupsi," katanya.
Di akhir kunjungannya, Ara menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
"Pak Dony, terima kasih ya. Terima kasih juga kepada Pak Sekda," ucapnya.