Tanpa Bangunan Asrama, Begini Cara Unik YIA Layani Ribuan Jemaah Haji
Joko Widiyarso July 05, 2026 09:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Selama puluhan tahun, hampir semua embarkasi haji di Indonesia punya satu kesamaan, yaitu gedung asrama haji berskala besar sebagai tempat persiapan jemaah sebelum berangkat.

Asrama Haji Donohudan di Boyolali misalnya, punya sekitar 2.000 tempat tidur reguler dan sudah beroperasi sejak 1997.

Asrama Haji Sukolilo di Surabaya juga tak kalah besar, dengan 585 kamar yang mampu menampung lebih dari 1.900 orang.

Sementara Asrama Haji Pondok Gede di Jakarta Timur berdiri di lahan sekitar 15 hektare dengan kapasitas hampir 3.000 jemaah.

Yogyakarta International Airport (YIA) yang baru resmi jadi embarkasi haji tahun ini justru mengambil jalan berbeda.

YIA memilih tidak mengandalkan gedung asrama haji permanen sebagai pusat embarkasi.

Punya Asrama, Tapi Terlalu Kecil

Gedung Asrama Haji DIY sebagai tempat isolasi terpusat
Asrama Haji Yogyakarta di Jalan Ring Road Utara, Sleman. Gedung dengan kapasitas sekitar 260 jemaah ini menjadi satu-satunya asrama haji permanen di DIY, namun tidak digunakan sebagai pusat embarkasi pada musim haji 2026 karena keterbatasan kapasitas dan jarak yang cukup jauh dari YIA.

Sebenarnya DIY sudah memiliki gedung asrama haji, tepatnya di kawasan Ringroad Utara, Sleman.

Namun kapasitasnya jauh dari cukup, hanya sekitar 260 jemaah, jauh di bawah asrama-asrama besar di kota lain.

Bandingkan dengan kuota jemaah yang harus dilayani YIA tahun ini, yakni 9.320 orang dari DIY dan sebagian Jawa Tengah.

Kapasitas sekitar 260 orang dinilai belum memadai untuk mendukung operasional embarkasi yang melayani ribuan jemaah secara bergelombang selama musim haji.

Ditambah lagi, jarak asrama tersebut ke YIA sekitar 50 kilometer, jarak yang cukup jauh untuk mobilisasi ribuan jemaah secara bertahap.

Solusi yang Dipilih: Hotel, Bukan Gedung Baru

HOTEL BUBBLE - Hotel Ibis dan Novotel YIA yang menjadi embarkasi haji di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2026 ini. Konsep hotel bubble Ini jadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.
HOTEL BUBBLE - Hotel Ibis dan Novotel YIA yang menjadi embarkasi haji di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2026 ini. Konsep hotel bubble Ini jadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. (Tribun Jogja)

Daripada membangun asrama baru dari nol, YIA memilih menyewa dua hotel dekat bandara, yaitu Novotel YIA berbintang empat dan Ibis YIA berbintang tiga, yang berjarak sekitar 2 kilometer dari terminal.

Selain mempertimbangkan kapasitas dan lokasi, penggunaan hotel juga dinilai lebih efisien dibanding membangun asrama haji baru.

Sebagai gambaran, asrama haji pada umumnya hanya benar-benar sibuk sekitar 3 bulan dalam setahun, sementara 9 bulan sisanya nyaris tidak terpakai untuk fungsi hajinya.

Asrama haji umumnya hanya digunakan secara intensif selama musim haji sehingga membutuhkan biaya operasional dan pemeliharaan sepanjang tahun.

Dengan skema hotel, YIA tidak perlu memikirkan biaya perawatan gedung sepanjang tahun.

Pembayaran cukup dilakukan saat hotel benar-benar dipakai untuk masa embarkasi saja.

Konsep yang Diklaim Jadi Pertama di Indonesia

Dari seluruh embarkasi haji yang ada di Indonesia, YIA diklaim menjadi yang pertama menerapkan skema tanpa gedung asrama permanen.

Ada juga wacana jangka panjang untuk membangun asrama haji permanen, termasuk di lahan yang disebut-sebut berasal dari Keraton Yogyakarta, sehingga skema hotel saat ini kemungkinan masih bersifat sementara.

Musim haji perdana ini berhasil memberangkatkan dan memulangkan 9.288 dari 9.320 jemaah yang jadi kuota.

Keberhasilan musim haji perdana ini menunjukkan bahwa konsep embarkasi berbasis hotel dapat menjadi salah satu alternatif bagi daerah yang ingin memiliki embarkasi sendiri, tetapi belum memiliki asrama haji dengan kapasitas memadai.

(MG Farhatiy Rijal)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.