Pencarian Hari Pertama Nihil, Balita 3,5 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Pasaman Belum Ditemukan
Muhammad Afdal Afrianto July 05, 2026 11:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN – Upaya pencarian terhadap Haikal (3,5), balita yang diduga hanyut di sungai dekat rumahnya di Jorong 7 Saroha, Nagari Koto Tapan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, masih belum membuahkan hasil.

Memasuki hari pertama operasi pencarian pada Minggu (5/7/2026), tim gabungan dari Basarnas, BPBD, pemerintah nagari, TNI-Polri, dan masyarakat setempat belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, melalui keterangan resminya mengatakan pihaknya menerima laporan dari Kepala Pelaksana BPBD Pasaman, Mardianto, pada Minggu sekitar pukul 12.17 WIB.

Baca juga: Perlintasan Rel Lubuk Buaya Padang Dipenuhi Lubang, Warga Sebut 20 Pengendara Terjatuh Saat Hujan

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Pasaman diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 12.35 WIB dengan kekuatan sembilan personel.

"Tim Rescue Pos SAR Pasaman diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 12.35 WIB dengan kekuatan sembilan personel untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan," ujar Abdul Malik.

Diduga Terjatuh ke Sungai Saat Bermain

Berdasarkan informasi yang diterima Basarnas, Haikal dilaporkan hilang sejak Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu korban bermain di area persawahan yang berada tidak jauh dari rumahnya. Sementara kedua orang tuanya sedang memasak dan mencuci piring.

Setelah selesai beraktivitas, orang tua korban menyadari Haikal sudah tidak berada di lokasi bermain.

Pencarian langsung dilakukan keluarga bersama warga sekitar, namun hasilnya nihil.

Di sekitar lokasi terakhir korban terlihat terdapat aliran sungai sehingga korban diduga terjatuh dan hanyut terbawa arus.

"Pemerintah nagari bersama masyarakat telah melakukan pencarian, namun hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan," kata Abdul Malik.

Hari Pertama Pencarian Masih Nihil

Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai menggunakan berbagai peralatan pendukung.

Basarnas mengerahkan kendaraan rescue double cabin, perahu karet (LCR) lengkap dengan motor tempel, drone thermal, peralatan SAR air, perangkat komunikasi, perlengkapan medis, dan peralatan pendukung lainnya.

Lokasi kejadian berjarak sekitar 160 kilometer dari Pos SAR Pasaman dengan estimasi waktu tempuh sekitar empat jam melalui jalur darat.

Meski kondisi cuaca dilaporkan berawan dan tidak ada kendala berarti selama operasi berlangsung, pencarian hingga Minggu sore belum membuahkan hasil.

Operasi pencarian akan dilanjutkan besok oleh tim gabungan dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi korban diduga hanyut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.