TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah semakin banyaknya pilihan aktivitas, kursus, hingga kelas pengembangan diri untuk anak, banyak orang tua berlomba mengenalkan berbagai keterampilan sejak usia dini.
Namun, di balik semangat tersebut, ada satu hal yang kerap terlupakan, yakni memberi anak kesempatan untuk mengeksplorasi dan menemukan sendiri apa yang benar-benar mereka sukai.
Psikolog Ulfa Nurida mengingatkan bahwa minat dan bakat bukan sesuatu yang dapat diketahui hanya melalui tes atau ditentukan berdasarkan keinginan orangtua.
Baca juga: Kemendikbudristek Bakal Kurasi Buku Bacaan yang Sesuai Minat Anak
Menurutnya, anak membutuhkan pengalaman langsung untuk mengenali ketertarikan, kemampuan, sekaligus tantangan yang mereka hadapi ketika mencoba sesuatu yang baru.
"Kalau kita bicara soal minat bakat, itu terkait dengan masa depan mereka. Tapi bagaimana kita sebagai orang tua bisa memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi, tetapi tetap terarah," ujar Ulfa dalam sesi edukasi pada Junior Miners Fun Fest (JMFF) 2026 di Avenue of the Stars, Lippo Mall Kemang, Jakarta.
Menurut Ulfa, eksplorasi merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang anak. Ketika anak diberi kesempatan mencoba berbagai aktivitas, mereka tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga mengembangkan rasa ingin tahu, keberanian mengambil keputusan, kemampuan memecahkan masalah, hingga kepercayaan diri.
Ia menilai pengalaman langsung jauh lebih bermakna dibandingkan sekadar mengenalkan profesi atau bidang tertentu melalui cerita maupun tayangan visual.
"Dengan mereka punya pengalaman langsung, mereka bisa merasakan apakah ini sesuatu yang mereka sukai, tertarik, atau justru terasa sulit," katanya.
Karena itu, Ulfa memandang kegiatan yang menggabungkan unsur bermain dan belajar dapat menjadi media yang efektif untuk mendukung proses eksplorasi anak.
Selain memberikan pengalaman baru, aktivitas semacam ini juga membuka ruang dialog antara orang tua dan anak mengenai hal-hal yang mereka minati.
Konsep tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Junior Miners Fun Fest (JMFF) 2026 yang digelar MIND ID bersama seluruh anggota grup pada 3–5 Juli 2026 di Avenue of the Stars, Lippo Mall Kemang.
Melalui berbagai wahana interaktif, anak-anak diajak mengenal dunia pertambangan secara menyenangkan, mulai dari mencoba Excavator Real Simulator, menjelajahi Mining Zone dengan konsep tambang bawah tanah, hingga menyusun konstruksi di area Mining Builder.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme anak-anak terlihat di hampir setiap wahana. Mereka bergantian mencoba berbagai simulasi sambil didampingi orang tua yang ikut mengamati bagaimana anak merespons setiap pengalaman baru.
Bagi Chilla (33), warga Jakarta, kegiatan seperti ini menjadi alternatif liburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman belajar.
"Acaranya free of charge dan dapat goodie bag kalau bisa ngejalanin semua misi. Best banget!" ujarnya.
Hal senada disampaikan Weny Ardianti (37), warga Depok. Menurutnya, sistem pengumpulan stempel mendorong anak mencoba seluruh wahana sehingga pengalaman belajarnya menjadi lebih beragam.
"Seru banget sehari jadi junior miner. Ngumpulin stamp dengan cobain wahana yang seru bikin anak nggak cuma main, tapi juga belajar sedikit tentang dunia pertambangan," katanya.
Selain menghadirkan wahana edukatif bagi anak, JMFF 2026 juga menyediakan sesi talkshow dan konsultasi psikologi gratis bekerja sama dengan Dig and Beyond.
Melalui layanan tersebut, orang tua dapat berdiskusi mengenai pola pengasuhan, tahapan perkembangan anak, hingga cara memberikan ruang eksplorasi yang sesuai dengan usia mereka.
Bagi Ulfa, ruang eksplorasi seperti ini menjadi investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang anak.
"Ketika anak diberi kesempatan mencoba, merasakan, dan belajar dari berbagai pengalaman, mereka memiliki peluang lebih besar untuk mengenali potensi diri serta tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan siap menghadapi tantangan di masa depan," kata Ulfa,