Balita dua tahun, Skailer Arjuna Danan Jaya Basri, hilang saat bermain di belakang rumahnya di Kampung Rantaupakam, Aceh Tamiang.
PANGGILAN seorang ibu pada Jumat (3/7/2026) sore, itu tak mendapat jawaban.
Anak laki-lakinya, Skailer Arjuna Danan Jaya Basri, yang baru berusia dua tahun, sebelumnya bermain di halaman belakang rumah mereka di Kampung Rantaupakam, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.
Menjelang waktu mandi, sang ibu memanggil Skailer.
Namun, bocah yang masih barusia 2 tahun itu tidak menyahut.
Suasana rumah yang semula biasa sontak berubah menjadi kepanikan.
Keluarga kemudian mencari ke sejumlah sudut halaman dan area sekitar rumah, tetapi Skailer tidak ditemukan.
Baca juga: Balita Hilang di Sungai Lae Souraya Subulussalam Belum Ditemukan, Tim SAR Bangun Tenda Pemantauan
Pencarian lalu mengarah ke sungai yang berada tidak jauh dari rumah.
Di bibir sungai, warga menemukan jejak kaki kecil yang diduga milik korban.
Temuan itu memunculkan dugaan Skailer berjalan menuju sungai dan terperosok ke dalam aliran air.
Komandan Operasi BPBD Aceh Tamiang, Surya Darma mengatakan, informasi awal yang diterima petugas menyebutkan korban bermain seorang diri tanpa pengawasan orang tua.
Keluarga baru menyadari anak tersebut hilang saat dipanggil untuk mandi sekitar pukul 17.00 WIB.
“Sekitar jam lima sore, ibunya memanggil korban untuk mandi, tetapi tidak ada sahutan,” kata Surya Darma, Minggu (5/7/2026).
Kabar hilangnya balita itu dengan cepat menyebar di tengah masyarakat Kampung Rantaupakam.
Warga yang mendengar informasi tersebut langsung berdatangan untuk membantu pencarian.
Baca juga: Hari Kedua, Pencarian Balita Hilang di Aceh Selatan Diperluas
Sebagian menyusuri tepian sungai, sementara lainnya menggunakan perahu untuk memeriksa aliran air di sekitar lokasi.
Pencarian dilakukan dengan harapan Skailer dapat segera ditemukan.
Namun hingga hari ketiga atau Minggu (5/7/2026), operasi yang melibatkan warga dan unsur terkait masih tanpa hasil.
Surya Darma mengatakan, tim masih terus melakukan koordinasi terkait kelanjutan operasi pencarian.
Laporan perkembangan pencarian akan disampaikan kepada pimpinan untuk menentukan langkah berikutnya.
“Ini sudah hari ketiga. Kami melaporkan dulu kepada pimpinan apakah pencarian dilanjutkan atau ada arahan lain,” ujarnya.
Hilangnya Skailer meninggalkan duka dan kecemasan bagi keluarga.
Di sekitar rumah, warga masih berharap ada kabar baik dari upaya pencarian yang dilakukan.
Sungai yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat kini menjadi pusat perhatian, dengan sejumlah warga terus memantau aliran air dan membantu tim pencari.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak.
Terutama saat berada di sekitar halaman rumah yang dekat dengan sungai, parit, atau sumber air lainnya.
Bagi keluarga Skailer, setiap jam yang berlalu kini menjadi penantian panjang, sembari berharap bocah dua tahun itu segera ditemukan.(Rahmad Wiguna)