TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi cilik Prince Poetiray mendapat pengalaman baru saat mengenal dunia pertambangan lewat konsep permainan interaktif.
Baginya, cara belajar yang dikemas menyenangkan membuat hal yang selama ini identik dengan orang dewasa menjadi lebih mudah dipahami oleh anak-anak seusianya.
Prince merasakan langsung berbagai permainan edukatif saat menghadiri Junior Miners Fun Fest (JMFF) 2026.
Baca juga: OST Jumbo Dominasi AMI Awards 2025, Prince Poetiray dan Quinn Salman Tak Menyangka
Tak hanya tampil menghibur pengunjung bersama Jenaka Mahila Sudiro, ia juga ikut mencoba beragam wahana yang memperkenalkan proses pertambangan dengan cara yang kreatif.
"Aku happy banget, bisa tau tentang dunia pertambangan yang dibuat seperti permainan kayak gini, dibuat games yang seru, ngebuat anak-anak menjadi semakin tau," tutur Prince Poetiray di JMFF 2026, kawasan Kemang Jakarta Selatan, belum lama ini.
"Karena sebenarnya selama ini yang kita tau dunia pertambangan itu dunia orang dewasa. Ini jadi satu hal yang seru untuk anak-anak seumuran aku," ujar Prince.
Senada dengan Prince, Jenaka Mahila juga mengaku senang bisa mengenal dunia pertambangan melalui permainan yang menarik.
Keduanya berharap akan semakin banyak materi yang dianggap rumit bagi anak-anak dapat dikemas menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga lebih mudah dipahami sejak dini.
Junior Miners Fun Fest 2026 merupakan pameran edukatif pertambangan untuk anak-anak yang diinisiasi oleh MIND ID dan berlangsung di Lippo Mall Kemang pada 2-5 Juli 2026.
Mengusung konsep bermain sambil belajar, acara yang terbuka gratis untuk umum ini mengajak anak-anak usia 3-15 tahun mengenal dunia pertambangan melalui berbagai aktivitas interaktif.
Beragam wahana edukatif pun dihadirkan, mulai dari Mining Zone, Excavator Real Simulator, Mini Excavator, hingga Gold Rush.
Melalui permainan tersebut, anak-anak diajak mengenal proses pertambangan bawah tanah, pertambangan terbuka, serta pengolahan mineral Indonesia sambil melatih keberanian, koordinasi, fokus, keseimbangan, dan kemampuan motorik.
Tahun ini menjadi penyelenggaraan kedua setelah sukses menarik lebih dari 2.000 anak beserta orang tua pada pelaksanaan perdana di 2025.
Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, mengatakan penyelenggaraan JMFF menjadi wujud komitmen perusahaan bersama seluruh anggota Grup MIND ID, mulai dari ANTAM, Bukit Asam, Freeport Indonesia, INALUM, TIMAH, hingga Vale Indonesia, dalam menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi generasi muda.
"Junior Miners Fun Fest merupakan bentuk kontribusi nyata MIND ID dalam menghadirkan edukasi yang menarik dan mudah dipahami bagi generasi muda, khususnya dalam mengenal sektor pertambangan sejak dini," kata Pria.
Menurutnya, seluruh aktivitas dalam pameran dirancang untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar dan halus anak sekaligus membangun pemahaman mengenai sektor pertambangan melalui pendekatan yang menyenangkan.
Selain itu, tersedia juga Mining Simulator Game yang mengajak anak-anak mengayuh sepeda statis sambil menyaksikan visualisasi aktivitas logistik kereta batu bara milik Bukit Asam.
Permainan ini dirancang agar anak-anak dapat memahami proses operasional pertambangan dengan cara yang aktif dan menyenangkan.
"Melalui JMFF, Grup MIND ID ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi," ujarnya.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan apresiasi generasi muda terhadap pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab," terus Pria.