Update Terkini: Jalan Trans Kalimantan Kasongan-Kereng Pangi, Arus Palangka Raya-Sampit Mengalir
Nia Kurniawan July 06, 2026 12:50 AM

TRIBUNKALTENG.COM - Akses lalu lintas di ruas Jalan Kasongan–Kereng Pangi KM 10, Kabupaten Katingan sudah dapat kembali dilalui pada Minggu (5/7/2026) setelah dilakukan penanganan pada titik kerusakan box culvert.

Ya, Pada hari Minggu, 5 Juli 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, jembatan box culvert (gorong-gorong) di KM 10–11 ruas Kasongan–Kereng Pangi ambruk total. 

Baca juga: Akses Palangka Raya–Sampit Terhambat: Ini Jalur Alternatif Saat Jalan Kasongan–Kereng Pangi Putus

Baca juga: Box Culvert Katingan Rusak, Ambulans Pasien Hamil Tertahan di Jalan

Kejadian ini sempat membuat jalur utama Trans Kalimantan yang menghubungkan Kasongan ke Sampit/Palangka Raya lumpuh total.

Picu penanganan darurat, Pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng bersama tim terkait langsung mengerahkan alat berat (loader, grader, vibro) serta material timbunan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

Informasi terhimpun Tribunkalteng.com, perbaikan darurat selesai pada Minggu petang (sekitar pukul 17.30 hingga 18.35 WIB). 

Arus lalu lintas belum sepenuhnya normal. Saat ini masih diberlakukan sistem buka-tutup (satu jalur bergantian) demi menjaga keselamatan pengendara karena kondisi jalan darurat yang masih dipantau kestabilannya.

Personel Satlantas Polres Katingan berjaga di lokasi untuk mengatur antrean kendaraan agar tidak terjadi kemacetan panjang.

Bagi pengguna jalan yang ingin melintas, diimbau untuk tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan, dan bersabar mengantre mengikuti arahan petugas di lapangan.

Sebelumnya, kerusakan box culvert di ruas Jalan Kereng Pangi–Kasongan menyebabkan akses lalu lintas sempat terputus. Badan jalan terlihat mengalami retakan memanjang dan ambles pada bagian box culvert sehingga kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya, sebelumnya mengatakan personel Satlantas Polres Katingan telah berada di lokasi serta berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dalam penanganan kerusakan. Proses penimbunan juga dilakukan dan akses jalan diupayakan agar dapat kembali dilalui secepatnya.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah kendaraan mengantre di kedua sisi jalan, termasuk ambulans yang membawa pasien. Masyarakat berharap penanganan dapat segera diselesaikan sehingga akses jalan kembali normal dan kendaraan darurat dapat segera melanjutkan perjalanan tanpa hambatan.

Proses perbaikan 

Penanganan kerusakan box culvert di ruas Jalan Kasongan–Kereng Pangi, Kabupaten Katingan, terus berproses. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kalimantan Tengah mulai mengangkut material agregat B menuju Pal 10 sebagai bagian dari penanganan di lokasi.

Perkembangan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, kepada TribunKalteng.com, Minggu (5/7/2026), sembari membagikan video proses pemuatan material.

Pada video tersebut tampak alat berat memuat material agregat B ke dalam dump truck. Terdengar suara dalam rekaman yang menyebut material tersebut akan dikirim ke Pal 10.

Dedy mengatakan BPJN Kalimantan Tengah telah bergerak melakukan penanganan di lapangan.

"Mohon maaf kawan-kawan, BPJN Kalimantan Tengah sudah bergerak dan bekerja di lapangan. Semoga segera tertangani," ujar Dedy melalui pesan WhatsApp kepada TribunKalteng.com, Minggu (5/7/2026).

Agregat B merupakan material yang umum digunakan sebagai lapis fondasi bawah (sub-base) dalam pekerjaan pembangunan maupun perbaikan jalan sebelum dilakukan pekerjaan konstruksi pada lapisan berikutnya.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan kerusakan box culvert di ruas Jalan Kasongan–Kereng Pangi beredar luas melalui media sosial dan aplikasi perpesanan. Rekaman tersebut menunjukkan badan jalan mengalami retakan memanjang dan ambles pada bagian box culvert.

Akibat kerusakan tersebut, kendaraan dari kedua arah tampak berhenti di sekitar lokasi karena tidak dapat melintasi ruas jalan yang rusak. Sejumlah warga juga terlihat turun untuk melihat kondisi kerusakan dari dekat.

Ya, dari penelusuran Tribunkalteng.com, kerusakan atau amblesnya komponen jalan seperti box culvert (gorong-gorong baja/beton) di ruas Jalan Kasongan–Kereng Pangi, Kabupaten Katingan, merupakan kabar buruk.

Ruas ini merupakan urat nadi vital yang tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Berikut adalah ulasan mengenai seberapa penting, tingkat urgensi, serta dampak langsung yang terjadi pada arus lalu lintas di jalur tersebut:

1. Seberapa Penting Jalur Kasongan–Kereng Pangi?
Jalur ini bukan sekadar jalan penghubung antar-kecamatan biasa, melainkan bagian dari Jalan Lintas Trans Kalimantan Poros Selatan.

 * Urat Nadi Logistik Tengah-Barat Kalteng: 

Ruas ini adalah satu-satunya jalur darat utama yang menghubungkan Kota Palangka Raya (Ibu Kota Provinsi) dengan wilayah barat Kalimantan Tengah, seperti Kabupaten Kotawaringin Timur (Sampit), Seruyan, Kotawaringin Barat (Pangkalan Bun), Sukamara, dan Lamandau, hingga tembus ke Provinsi Kalimantan Barat.

 * Jalur Distribusi Bahan Pokok: 

Mayoritas pasokan sembako, bahan bakar minyak (BBM), material bangunan, dan komoditas perkebunan/pertambangan yang bergerak dari arah pelabuhan (seperti Sampit) menuju pedalaman atau ibu kota provinsi, bergantung penuh pada keandalan jalan ini.

2. Seberapa Tinggi Tingkat Urgensinya?

Tingkat urgensi penanganan di jalur ini berada pada skala Sangat Tinggi (Darurat).

Ketika sebuah box culvert rusak atau ambles hingga menciptakan lubang besar di tengah jalan, risiko jalan tersebut terputus total sangatlah besar. 

Mengingat minimnya jalur alternatif yang memadai di wilayah Katingan, kerusakan di satu titik saja dapat langsung melumpuhkan konektivitas setengah wilayah provinsi. 

Penanganan darurat (seperti pemasangan jembatan bailey atau penimbunan cepat) harus segera dilakukan oleh Balai Jalan Nasional atau Dinas PU terkait demi mencegah isolasi wilayah.

3. Dampak Langsung terhadap Lalu Lintas

Jika berkaca pada kejadian-kejadian serupa di titik ini, dampak langsung yang terjadi di lapangan meliputi:

 * Kemacetan Panjang dan Sistem Buka-Tutup: Akibat sebagian badan jalan tidak bisa dilewati, polisi dan petugas perhubungan dipastikan harus menerapkan sistem buka-tutup. Antrean kendaraan—mulai dari roda dua hingga truk kontainer—bisa mengular hingga berkilo-kilometer dan memakan waktu tunggu berjam-jam.

 * Pembatasan Tonase Kendaraan Berat: Kendaraan roda enam ke atas (truk logistik bermuatan berat di atas 8 ton) biasanya akan tertahan atau dilarang melintas untuk sementara waktu karena struktur jalan yang labil pasca-amblesnya gorong-gorong. Jika dipaksakan, kerusakan jalan akan semakin meluas.

 * Potensi Kecelakaan Tinggi: Kerusakan struktural seperti ini kerap menyisakan lubang menganga atau penurunan tanah yang mendadak. Pada malam hari atau saat hujan deras, titik ini menjadi sangat rawan memicu kecelakaan fatal bagi pengendara yang kurang waspada.

 * Efek Domino Ekonomi: Keterlambatan armada truk logistik di jalan ini otomatis akan memicu keterlambatan distribusi barang, yang ujung-ujungnya dapat menyebabkan kelangkaan stok barang dan kenaikan harga komoditas di pasar lokal.

Catatan bagi Pengguna Jalan: 

Bagi Anda yang berencana melintasi rute Palangka Raya–Sampit (atau sebaliknya), sangat disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi resmi dari Satlantas Polres Katingan guna mengetahui status terkini arus lalu lintas, apakah sudah bisa dilewati secara normal atau masih dalam proses penanganan darurat.

(Tribunkalteng.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.