Inilah Penyebab Utama Lansia Sering Jatuh di Kamar Mandi
Willem Jonata July 06, 2026 03:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kabar lansia jatuh di kamar mandi kerap terdengar di tengah masyarakat. 

Tidak sedikit yang berujung pada patah tulang, kehilangan kemampuan berjalan, bahkan harus bergantung pada bantuan orang lain.

Selama ini, kejadian tersebut lebih sering dikaitkan dengan osteoporosis atau pengeroposan tulang.

Padahal, menurut dokter, ada faktor lain yang tidak kalah penting tetapi masih jarang mendapat perhatian, yakni penurunan massa otot atau sarkopenia.

Baca juga: Turun Berat Badan Terlalu Cepat, Dokter Ingatkan Bahaya Kehilangan Massa Otot Saat Diet

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Andhika Raspati, SpKO mengatakan, otot memiliki peran penting untuk menopang tubuh sekaligus membantu seseorang menjaga keseimbangan ketika berdiri, berjalan, maupun saat terpeleset.

Ketika massa otot terus menurun, kemampuan tubuh menahan benturan juga ikut berkurang sehingga risiko jatuh menjadi lebih besar.

"Kenapa kalau orang tua jatuh di kamar mandi kayaknya fatal banget? Karena tadi, ototnya udah lemah buat nahan, sehingga, ya sudah," ungkapnya pada konferensi pers HiLo Strong Fest 2026 di Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2026). 

Menurut Andhika, setiap orang memang akan mengalami penurunan massa otot seiring bertambahnya usia.

Namun, mereka yang rutin menjaga massa otot melalui latihan penguatan memiliki cadangan kekuatan yang lebih baik sehingga penurunannya berlangsung lebih lambat.

Sebaliknya, orang yang jarang melatih otot akan lebih cepat mengalami penurunan kemampuan fisik hingga akhirnya memasuki fase rentan atau frailty.

Kehilangan Kemandirian saat Tua

Andhika menjelaskan, salah satu dampak yang paling dikhawatirkan dari penurunan massa otot adalah hilangnya kemandirian.

Lansia yang ototnya terus melemah akan semakin sulit melakukan aktivitas sederhana, mulai dari berjalan, naik tangga, hingga berdiri dari posisi duduk.

Dalam kondisi yang lebih berat, mereka bahkan membutuhkan bantuan orang lain untuk beraktivitas sehari-hari.

"Kita pengen kan kalau udah tua tuh, kalau bisa gak perlu harus dibopong atau dipapah mana-mana. Kita datang ke acara kawinan, cucu kita masih di jalan sendiri, gak pakai kursi roda," kata dr Andhika.

Menurut Andhika, menjaga massa otot sejak usia produktif merupakan salah satu cara untuk memperpanjang masa hidup yang sehat dan tetap aktif.

Jangan Tunggu Lansia Baru Mulai Latihan Otot

Head of Strategic Marketing Nutrifood Susana, STP., M.Sc., PDEng mengatakan, kesadaran masyarakat terhadap sarkopenia masih jauh lebih rendah dibanding osteoporosis.

Padahal, penurunan massa otot dimulai sejak usia sekitar 30 tahun dan berlangsung secara alami.

Karena itu, upaya menjaga otot sebaiknya dilakukan sejak muda, bukan ketika tubuh sudah mulai kehilangan kekuatan.

"Karena Sarkopenia ini adalah penurunan masa otot yang terjadi secara alami pada saat kita memasuki usia 30 tahun. Jadi penurunan masa otot ini otomatis terjadi. Hanya bisa kita cegah dan bisa kita bangun otot kita sebanyak mungkin dari muda,"lanjutnya. 

Menurut Susana, menjaga massa otot membutuhkan kombinasi antara aktivitas fisik dan pemenuhan nutrisi, terutama protein.

Selama ini masyarakat lebih banyak memperhatikan asupan kalsium untuk menjaga tulang, padahal otot juga membutuhkan protein agar tetap kuat menopang tubuh.

Otot Kuat Membantu Lansia Tetap Aktif

Andhika menegaskan, latihan penguatan otot bukan hanya bertujuan membentuk tubuh.

Latihan tersebut merupakan investasi kesehatan agar seseorang tetap mampu bergerak, mempertahankan keseimbangan, dan mengurangi risiko jatuh saat memasuki usia lanjut.

Karena itu, latihan beban tidak hanya diperuntukkan bagi atlet atau orang yang ingin membentuk otot.

Semua orang, termasuk mereka yang belum pernah berolahraga maupun lansia, dapat memulainya secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing.

Dengan menjaga massa otot sejak dini dan memenuhi kebutuhan protein setiap hari, peluang untuk tetap mandiri, aktif bergerak, serta terhindar dari risiko jatuh di usia lanjut menjadi lebih besar.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.