Cuaca Surabaya Hari Ini Senin 6 Juli 2026: Pagi Berawan, Siang hingga Malam Cerah
Putra Dewangga Candra Seta July 06, 2026 04:32 AM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Kota Surabaya, Jawa Timur, diperkirakan akan menikmati cuaca yang cenderung bersahabat pada Senin, 6 Juli 2026.

Berdasarkan prakiraan dari BMKG Juanda, kondisi cuaca di Kota Pahlawan didominasi langit berawan pada pagi hari sebelum berubah menjadi cerah mulai siang hingga malam.

Kondisi tersebut memberikan peluang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas luar ruangan dengan lebih nyaman.

Meski demikian, suhu udara diprediksi cukup tinggi sehingga warga tetap perlu mewaspadai paparan panas saat beraktivitas di luar rumah.

Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 23 hingga 35 derajat Celsius.

Sementara itu, angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan sekitar 28 kilometer per jam. 

Cuaca yang relatif stabil ini juga berpotensi mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada awal pekan.

Namun, prakiraan cuaca bersifat dinamis sehingga masyarakat tetap disarankan mengikuti pembaruan informasi resmi dari BMKG apabila terjadi perubahan kondisi atmosfer.

Dengan mengetahui prakiraan cuaca sejak dini, warga dapat merencanakan aktivitas harian secara lebih matang dan aman.

Cuaca Surabaya Pagi Hari: Langit Berawan, Udara Masih Sejuk

CERAH - Ilustrasi foto langit cerah berawan. Menurut BMKG Juanda, cuaca Surabaya hari ini, Selasa (30/6/2026), diprediksi cerah seharian.
CERAH - Ilustrasi foto langit cerah berawan. Menurut BMKG Juanda, cuaca Surabaya hari ini, Selasa (30/6/2026), diprediksi cerah seharian. (Tribun Wow)

Pada periode 01.00 WIB hingga 10.00 WIB, Kota Surabaya diprakirakan mengalami cuaca berawan. Meski sinar matahari belum sepenuhnya mendominasi, kondisi ini tetap mendukung aktivitas masyarakat yang memulai rutinitas sejak dini hari hingga menjelang siang.

Suhu udara pada pagi hari masih terasa relatif nyaman sebelum meningkat seiring pergerakan matahari.

Bagi masyarakat yang berolahraga atau berangkat bekerja pada pagi hari, cuaca berawan dapat menjadi kondisi yang cukup ideal.

Cuaca Surabaya Siang Hari: Cerah dengan Suhu Maksimum 35 Derajat

Memasuki 13.00 WIB hingga 16.00 WIB, cuaca diprakirakan berubah menjadi cerah.

Intensitas sinar matahari diperkirakan meningkat sehingga suhu udara mencapai kisaran tertinggi, yakni 35 derajat Celsius.

Warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan disarankan memperhatikan kondisi tubuh agar tidak mengalami dehidrasi akibat cuaca panas.

Penggunaan pelindung seperti topi, payung, maupun tabir surya dapat membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung.

Cuaca Surabaya Malam Hari: Tetap Cerah

Pada 19.00 WIB hingga 22.00 WIB, langit Surabaya diperkirakan tetap cerah.

Kondisi ini mendukung berbagai aktivitas masyarakat pada malam hari, mulai dari perjalanan, olahraga ringan, hingga kegiatan ekonomi.

Suhu udara secara bertahap akan menurun dibandingkan siang hari, meski masih terasa hangat khas wilayah pesisir.

Angin dari arah timur laut dengan kecepatan sekitar 28 km/jam diperkirakan turut memberikan sirkulasi udara yang cukup baik.

Tips Beraktivitas Saat Cuaca Cerah

Menghadapi prakiraan cuaca Surabaya yang didominasi kondisi cerah pada siang hingga malam hari, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Minum air putih secara cukup untuk mencegah dehidrasi.
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat.
  • Kenakan topi, payung, atau tabir surya saat beraktivitas di bawah sinar matahari.
  • Jika memungkinkan, hindari aktivitas fisik berat pada waktu suhu sedang mencapai puncaknya.
  • Tetap pantau pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG apabila terjadi perubahan kondisi.

Prakiraan cuaca menunjukkan bahwa Surabaya berpotensi mengalami hari yang relatif stabil tanpa indikasi hujan sepanjang Senin, 6 Juli 2026.

Pola cuaca seperti ini umumnya mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, distribusi logistik, hingga perjalanan darat maupun udara.

Meski demikian, suhu maksimum yang mencapai 35 derajat Celsius menjadi perhatian tersendiri karena dapat meningkatkan risiko kelelahan akibat panas bagi warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Oleh karena itu, keseimbangan antara memanfaatkan cuaca cerah dan menjaga kondisi tubuh tetap menjadi hal yang penting selama menjalani aktivitas sepanjang hari.

Proyek Drainase Dikebut

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memilih mengerahkan armada mobil pemadam kebakaran (PMK) untuk mempercepat penyedotan genangan selama proyek pembangunan drainase masih berlangsung.

Langkah ini diambil agar pekerjaan saluran tidak terganggu sekaligus mempercepat penanganan banjir saat hujan deras kembali mengguyur Kota Pahlawan.

Strategi tersebut menjadi solusi sementara di tengah masifnya pembangunan saluran dan rumah pompa yang dilakukan secara serentak di berbagai wilayah Surabaya.

Meski sebagian jaringan drainase belum dapat berfungsi maksimal selama proses konstruksi, Pemkot memastikan pekerjaan tetap dipercepat agar seluruh sistem pengendalian banjir siap beroperasi sebelum puncak musim penghujan tiba pada akhir tahun.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pihaknya tidak akan membuka kembali saluran yang sedang dibangun hanya untuk mempercepat aliran air ketika hujan turun.

Menurutnya, langkah tersebut justru berpotensi menghambat penyelesaian proyek dan memengaruhi kualitas konstruksi.

"Kalau saluran yang sedang dibangun dibuka lagi, pekerjaan akan mundur. Karena itu kami memilih mengantisipasi genangan dengan menyiagakan mobil PMK untuk mempercepat penyedotan air," kata Eri.

Ia menjelaskan, pembangunan dan peningkatan saluran drainase saat ini dilakukan secara besar-besaran sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pematusan kota. Konsekuensinya, beberapa saluran belum dapat difungsikan secara optimal hingga proses pembangunan selesai.

Menurut Eri, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan genangan membutuhkan waktu lebih lama untuk surut saat hujan berintensitas tinggi mengguyur Surabaya beberapa waktu lalu, terlebih saat bersamaan terjadi pasang air laut.

"Kalau hujannya normal, insyaallah Surabaya aman. Kemarin itu curah hujannya sangat tinggi, ditambah pasang air laut dan pembangunan saluran masih berjalan, sehingga menjadi tantangan tersendiri," ujarnya.

Karena pekerjaan fisik lebih efektif dilakukan pada musim kemarau, pembangunan saluran tetap dipercepat meski hujan deras masih sesekali turun di luar perkiraan.

Sebagai langkah mitigasi, armada PMK disiagakan di sejumlah titik rawan genangan untuk membantu penyedotan air. Selain itu, petugas di lapangan juga akan mengatur aliran air, termasuk membuka sandbag pada lokasi tertentu apabila diperlukan agar genangan lebih cepat surut.

"Yang terpenting adalah respons cepat ketika terjadi genangan. Armada PMK sudah kami siapkan untuk membantu penyedotan sehingga tidak perlu membongkar saluran yang sedang dibangun," katanya.

Eri memastikan seluruh proyek pembangunan saluran drainase dan rumah pompa akan dipercepat agar selesai sebelum puncak musim hujan pada November mendatang.

Dengan selesainya berbagai proyek tersebut, kapasitas sistem drainase Surabaya diharapkan meningkat sehingga aliran air menjadi lebih lancar dan risiko genangan akibat hujan deras maupun pasang air laut dapat ditekan.

"Kami percepat penyelesaiannya supaya manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Mohon doa dan dukungan warga agar seluruh pekerjaan bisa selesai sesuai target," ujarnya.

Sebelumnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Surabaya pada 22–23 Juni 2026 menyebabkan genangan di sejumlah kawasan saat berbagai proyek drainase masih berlangsung.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, mengatakan pihaknya mencatat terdapat 16 titik genangan, empat kejadian pohon tumbang, serta satu rumah mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.

"Dari 16 titik genangan yang terpantau, sebanyak 12 lokasi sudah surut dan empat lokasi masih dalam proses penanganan hingga pukul 11.00 WIB," kata Linda.

Empat lokasi yang masih tergenang hingga siang hari berada di Jalan Nginden Intan Timur, Jalan Taman Panjang Jiwo Permai, Jalan Manyar Rejo, dan Jalan Raya Pandugo. Sementara genangan di sejumlah titik lain, seperti Jalan Imam Bonjol, Simo Kalangan, Ngagel Kebonsari, kawasan RSIA Kendangsari, hingga Jalan Tanjungsari, telah berangsur surut.

Berdasarkan data BPBD, ketinggian genangan saat itu berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter, dengan genangan terdalam terjadi di kawasan Simo Kalangan dan Graha Famili Selatan yang sempat mencapai sekitar 60 sentimeter.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.