TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemerintah menegaskan bahwa proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 akan kembali dilaksanakan.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, yang menyebutkan bahwa terdapat tiga kelompok formasi yang menjadi fokus utama pada penerimaan tahun ini.
Meski rekrutmen dipastikan berlangsung, hingga awal Juli 2026 pemerintah belum merilis jadwal resmi pembukaan pendaftaran melalui portal SSCASN.
Saat ini, kementerian dan lembaga terkait masih berada pada tahap pengajuan kebutuhan pegawai sekaligus merampungkan proses finalisasi formasi ASN di masing-masing instansi.
Baca juga: Kapan CPNS 2026 Dibuka? 5 Formasi Ini Diprediksi Punya Peluang Besar Lolos
Prof. Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi CPNS 2026 akan diarahkan untuk memenuhi tiga kategori utama kebutuhan aparatur sipil negara (ASN), yaitu:
"Tahun ini berarti seleksi, termasuk untuk tenaga kesehatan, pendidik, ada PNS," ungkap Prof. Zudan Arif.
Ia menjelaskan jumlah formasi yang dibuka nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
"Nanti ada tiga kategori, tergantung permintaan dari masing-masing instansi seperti yang saya laporkan tadi terkait kebutuhannya," jelasnya.
Menurut Zudan, BKN saat ini telah meminta seluruh instansi pusat maupun daerah mengusulkan kebutuhan formasi sebagai dasar penetapan kuota nasional.
"Ini kita sudah meminta usulan formasi dari daerah, kementerian, dan lembaga. Yang pasti, seleksi akan ada," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa formasi guru yang akan direkrut tidak hanya diperuntukkan bagi Sekolah Rakyat, tetapi juga untuk sekolah-sekolah umum.
"Guru yang direkrut bukan hanya untuk Sekolah Rakyat, tetapi juga untuk sekolah umum," ujarnya, seperti dikutip dari Pos-Kupang.com.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan pemerintah masih menghadapi kekurangan tenaga pendidik di berbagai daerah.
Menurutnya, rekrutmen guru ASN akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
"Kita masih kekurangan guru di seluruh Indonesia," katanya.
Ia menegaskan guru yang lolos seleksi nantinya harus siap ditempatkan di daerah yang masih membutuhkan tenaga pendidik, termasuk wilayah terpencil.
"Para guru PNS harus siap ditugaskan di mana saja, termasuk di daerah-daerah terpencil di seluruh wilayah Indonesia," tuturnya.
Hingga kini, belum ada jadwal resmi pembukaan seleksi CPNS 2026.
Kementerian PANRB bersama BKN masih melakukan finalisasi kebutuhan ASN nasional berdasarkan usulan formasi dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Artinya, berbagai informasi mengenai tanggal pembukaan CPNS 2026 yang beredar di media sosial atau aplikasi pesan instan belum dapat dipastikan kebenarannya apabila tidak berasal dari sumber resmi pemerintah.
Berdasarkan pola seleksi pada tahun-tahun sebelumnya dan tahapan yang sedang berlangsung, berikut perkiraan jadwal CPNS 2026:
Jadwal tersebut masih berupa perkiraan dan dapat berubah sesuai keputusan resmi pemerintah.
Apabila seleksi resmi dibuka, seluruh proses pendaftaran dilakukan melalui portal SSCASN BKN di:
https://sscasn.bkn.go.id
Portal tersebut digunakan untuk:
Pelamar diimbau hanya menggunakan portal resmi SSCASN dan tidak mudah percaya pada tautan yang beredar di luar situs pemerintah.
Tahapan pendaftaran umumnya meliputi:
1. Membuat akun SSCASN menggunakan NIK dan Nomor Kartu Keluarga.
2. Login ke akun yang telah dibuat.
3. Melengkapi biodata pelamar.
4. Memilih instansi dan formasi yang sesuai.
5. Mengunggah seluruh dokumen persyaratan.
6. Memastikan seluruh data benar sebelum mengirim pendaftaran.
Mengacu pada ketentuan seleksi sebelumnya, syarat umum CPNS meliputi:
Pemerintah akan mengumumkan persyaratan resmi bersamaan dengan pembukaan seleksi CPNS 2026. (*)