TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Polisi menemukan pisau yang diduga terkait penemuan mayat seorang pemuda dengan luka di leher di wilayah Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (5/7/2026).
Penyidik menduga, pemuda tersebut menjadi korban pembunuhan.
"Untuk sementara, memang dugaan kami mengarah pada pembunuhan."
"Tetapi, kami masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil visum dari rumah sakit terkait luka yang dialami korban," kata Rachmad, Minggu.
Baca juga: Pemuda Ditemukan Bersimbah Darah di Rumahnya di Pegandon Pekalongan, Ada Luka di Leher
Rachmad mengatakan, pihaknya menerima laporan penemuan mayat dengan luka di leher tersebut pada Minggu, sekitar pukul 06.30 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai anak buah kapal (ABK).
Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani visum.
"Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, korban mengalami luka robek atau sayatan di bagian leher."
"Panjang luka diperkirakan sekitar 3 hingga 5 sentimeter, namun kami masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematiannya," kata AKBP Rachmad.
Polisi juga telah memeriksa sejumlah anggota keluarga yang berada di rumah saat kejadian dan mengumpulkan keterangan dari saksi lain.
Termasuk, menelusuri informasi mengenai keberadaan dua orang yang disebut sempat berada di sekitar rumah korban pada malam sebelum korban ditemukan meninggal.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
"Selain itu, telepon genggam milik korban juga diamankan untuk kepentingan penyelidikan," imbuhnya.
Baca juga: Sekda Kabupaten Pekalongan Digoyang Mosi Tak Percaya, Diduga Terlibat Kasus Bupati Fadia Arafiq
AKBP Rachmad menegaskan, penyidik masih terus mendalami seluruh fakta di lapangan guna mengungkap motif, kronologi, serta pelaku di balik kematian korban.
"Kami masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh dengan memeriksa para saksi, mengumpulkan alat bukti, dan menunggu hasil visum agar penyebab kematian korban dapat dipastikan secara ilmiah," katanya. (*)