TRIBUNNEWS.COM - Kegagalan Brasil melewati Norwegia dalam pertarungan sengit di babak 8 besar Piala Dunia 2026, menyisakan kritikan bagi sang pelatih, Carlo Ancelotti.
Ancelotti seakan dipaksa untuk menjilat ludahnya sendiri lantaran Brasil tidak bisa mengalahkan Norwegia, Senin (6/7/2026) pagi WIB.
Sebelum Brasil kalah dengan skor 2-1 melawan Norwegia, Ancelotti diketahui sempat melancarkan psywar sebelum laga melawan Norwegia, terutama soal cara menghentikan pergerakan Erling Haaland.
Dalam keterangannya, Ancelotti menegaskan dirinya tidak perlu memberikan arahan khusus kepada bek Brasil untuk mengawal Haaland.
Don Carlo berpandangan pemain bertahan Brasil seperti Marquinhos dan Gabriel Magalhaes sudah paham caranya menjinakkan Haaland.
"Semua orang tahu bagaimana cara kerja Haaland, jadi saya tidak perlu menjelaskan apapun kepada para pemain bertahan saya tentang cara bermain melawannya," kata Ancelotti sebelum laga melawan Norwegia, seperti dikutip dari laman Sporting Ilustrated News.
"Para pemain Brasil jelas sudah beberapa kali bermain melawan Haaland," tambahnya.
Apa yang dikatakan Ancelotti nyatanya justru menjadi bumerang yang berakhir dengan tersingkirnya Brasil dari Piala Dunia 2026.
Alih-alih membatasi pergerakan Haaland, para pemain bertahan Brasil justru hilang fokus di menit kritis, hingga gagal mencegah pemain Manchester City itu mencetak dua gol penentu yang memenangkan Haaland.
Baca juga: Fakta Gila Kelolosan Norwegia ke 8 Besar Piala Dunia 2026: Haaland Mematikan, Brasil Pulang
Peringatan penting pun juga sempat disampaikan oleh salah seorang Football Enthusiast, Raka Kisdiyatma soal betapa berbahayanya Norwegia dan Erling Haaland sebagai penyerang utama negara ini.
"Norwegia ini benar-benar diberkahi ya di Piala Dunia 2026, karena skuadnya dihuni oleh generasi emasnya terutama di lini serang, terutama Haaland," kata Raka Kisdiyatma dalam acara Podcast Super Taktik yang berjudul "Plot Twist 16 Besar Piala Dunia 2026, Adakah Kejutan Lagi?" di Kantor Tribunnews Solo, Colomadu, Karanganyar.
"Dan salah satu kunci Norwegia bisa mengalahkan atau setidaknya mengejutkan Brasil adalah bagaimana mereka memaksimalkan serangan balik dan kualitas set piecenya, karena keunggulan fisik" tambahnya.
Saat mencetak gol pertama ke gawang Brasil menit 79, kejeliaan Haaland membaca arah umpan silang rekan setimnya menjadi buktinya.
Seakan sudah tahu arah bola bakal kemana, Haaland mampu bergerak aktif mendahului Gabriel Magalhaes, untuk menyambut umpan silang rekannya dan mengonversikan peluang tersebut menjadi gol.
Lalu, saat menjebol jala gawang Brasil untuk kedua kalinya pada akhir laga, Haaland mampu memanfaatkan celah kecil sebelum melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, guna membobol gawang Alisson Becker.
Melihat proses dua gol Haaland yang memanfaatkan ketidakjelian bek Brasil di situasi berbahaya, akhirnya membuat Brasil kalah dengan skor 2-1 melawan Norwegia, sekaligus angkat koper dari babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Harapan Brasil untuk bisa melewati crash di babak gugur Piala Dunia akhirnya ambyar seketika.
Untuk pertama kalinya sejak 1990, Brasil akhirnya gagal melewati hadangan musuhnya di babak 16 besar Piala Dunia.
Dalam enam edisi terakhirnya, capaian Brasil sebagai raja turnamen di Piala Dunia tergolong sangat apes.
Sejak menjadi juara Piala Dunia tahun 2002, Brasil mengalami crash beruntun yang tidak terbayangkan sebelumnya.
Tersingkir 4x di babak perempat final (2006, 2010 2018, 2022), 1x di 16 besar (2026) dan cuma mampu menjadi semifinalis (2014) menjadi bukti apes nasib Brasil di turnamen empat tahunan tersebut.
Dilansir Opta, Brasil kini harus mengalami periode paceklik gelar terlama mereka dalam sejarah Piala Dunia, setelah gagal mengangkat trofi juara di masing-masing enam edisi terakhir turnamen sejak terakhir kali tahun 2002.
Kekalahan melawan Norwegia juga memperpanjang catatan negatif Brasil setiap kali bertemu dengan negara Eropa tersebut.
Meskipun Brasil sudah pernah mengalahkan 93 negara berbeda di Piala Dunia, Norwegia menjadi negara yang belum pernah dikalahkan Brasil (2 kekalahan, 1 imbang).
Kini, Brasil terpaksa harus menyudahi perjalanannya di Piala Dunia 2026, dan baru bisa mencobanya lagi di tahun 2030 mendatang.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)