TRIBUNJAKARTA.COM - Aktivitas Persib Bandung yang terus gencar memperkenalkan pemain baru pada bursa transfer musim 2026/2027 menjadi perhatian suporter klub Persija, Jakmania.
Di tengah derasnya pengumuman rekrutan baru Persib, salah satu Jakmania mulai menyoroti pergerakan manajemen Persija Jakarta yang dinilai masih minim gebrakan.
Ia menilai Persija kerap terlambat mengumumkan pemain baru dibandingkan klub rivalnya.
"Iya, hampir tiap musim Persija selalu belakangan kalau kasih info per-welcoman," ujar Jakmania, Kiki kepada TribunJakarta.com pada Senin (6/7/2026).
Ia juga mengaku The Jakmania selama ini selalu diminta bersabar menunggu pengumuman resmi dari manajemen.
"Iya bang, The Jak sabar mulu," lanjutnya.
Menurutnya, dengan dukungan finansial yang besar, Persija seharusnya mampu mendatangkan pemain berkualitas untuk bersaing pada musim depan.
"Dengan dana Rp500 miliar harusnya bisa beli pemain yang top sih," ujarnya.
Tak hanya itu, ia berharap manajemen segera merampungkan komposisi skuad agar Persija memiliki peluang lebih besar bersaing memperebutkan gelar juara.
"Saran kami, sebaiknya segera melakukan pembenahan secepatnya mengenai komposisi pemain untuk menatap kompetisi musim ini. Wajib punya target juara kalau memang mau kasih kado ulang tahun Jakarta yang ke-500 tahun depan," jelasnya.
Di sisi lain, ia memberikan apresiasi terhadap langkah Persib Bandung yang dinilai aktif memperkenalkan pemain baru kepada publik.
"Manajemen mereka sudah maju serta profesional saat ini," katanya.
Sementara itu, ia menilai Persija masih perlu berbenah dalam bursa transfer.
"Persija masih pengembangan bisnis," tulisnya.
Ia pun menilai pergerakan manajemen Persija di bursa transfer masih terkesan minim.
"Senyap manajemen kita," pungkasnya.
Persija Jakarta telah resmi mengumumkan 2 pemain terbarunya jelang musim 2026/2027.
Macan Kemayoran resmi menambah kekuatan di sektor penjaga gawang dengan mendatangkan Aqil Savik dan penyerang sayap muda, Victor Dethan.
Aqil diproyeksikan menjadi bagian penting dalam perjalanan Persija menghadapi musim baru.
Kedatangan Aqil membuat persaingan di bawah mistar Persija semakin menarik.
Ia akan bersaing dengan para penjaga gawang yang sebelumnya sudah menjadi bagian dari skuad Macan Kemayoran, termasuk Andritany Ardhiyasa.
Selain itu, Persija Jakarta resmi merekrut Victor Dethan.
Pemain 21 tahun itu sebelumnya bermain untuk PSM Makassar.
Dethan dikontrak Macan Kemayoran sampai dua musim ke depan.
Bukan tanpa alasan, Dethan memiliki catatan menterang di Juku Eja.
Dari 34 laga Super League 2025-2026, Dethan 24 kali dipercaya turun bermain.
Catatan tersebut melanjutkan konsistensinya setelah pada musim sebelumnya ia membukukan 25 penampilan, disertai tiga gol dan tiga assist.
Tak hanya membuktikan kualitasnya di kompetisi domestik, Dethan memiliki pengalaman berharga di level internasional. Ia pernah tampil di Kualifikasi AFC Champions League, AFC Cup, serta ASEAN Club Championship. Pengalaman tersebut semakin mematangkan kualitas permainannya.
Di level tim nasional, Dethan pun menjadi sosok yang akrab dengan seragam Garuda. Ia pernah memperkuat Timnas U-16, U-20, hingga U-23, termasuk saat berlaga di ASEAN U-23 Championship 2025.
Sementara itu, Persib lebih banyak mengumumkan para pemain barunya.
Total sudah lima pemain yang diumumkan Persib, yaitu Gabriel Mutombo, Luka Menalo, Sandy Walsh, Gakuto Notsuda dan Ragnar Oratmangoen.
Bahkan Persib sudah mengumumkan tim kepelatihan barunya.
Sementara rivalnya, Persija Jakarta baru memiliki pelatih utama, yakni Shin Tae-yong.
Eks Pelatih Timnas Indonesia itu belum memunculkan para asistennya.
Di sisi lain, seluruh tim pelatih era sebelumnya, di bawah pimpinan Mauricio Souza, sudah seluruhnya didepak. Tim pelatih baru Persib yang dimaksud adalah Zlatko Runje dan Karlo Reinholz.
Runje diplot sebagai pelatih kiper, asisten pelatih utama, yakni Igor Tolic.
Pria kelahiran Sinj, Kroasia, 9 Desember 1979 itu, bergabung dengan Persib dengan durasi kontrak satu tahun dan diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan melalui pengalamannya yang lama di Eropa.
Runje merupakan mantan penjaga gawang yang memiliki lisensi UEFA A Coaching Licence serta UEFA A Goalkeeping Coaching Licence, dua sertifikasi yang menjadi bekal penting dalam perjalanan karier kepelatihannya.
Setelah mengakhiri karier profesional sebagai pemain bersama NK Hrvace pada 2015, Runje memulai kiprahnya sebagai pelatih kiper di akademi Hajduk Split untuk kelompok usia U-17 dan U-19, sebelum melanjutkan perannya di Hajduk Split II hingga akhirnya bergabung dengan tim utama pada 2020.
Pengalamannya kemudian berlanjut di berbagai kompetisi internasional, termasuk sebagai pelatih kiper Wadi Degla SC di Mesir pada 2022 dan FC Sheriff Tiraspol di Moldova pada 2024. Pada musim 2025/2026, Runje dipercaya menjadi asisten pelatih FC Ballkani, salah satu klub papan atas Kosovo yang tampil konsisten di kompetisi domestik maupun Eropa.
Berbekal pengalaman lintas negara serta latar belakang kepelatihan yang kuat, Persib meyakini kehadiran Runje akan memperkaya kualitas tim kepelatihan sekaligus memperkuat proses pembinaan dan pengembangan performa skuad Pangeran Biru.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa perekrutan Runje merupakan bagian dari proses penyusunan tim kepelatihan yang dilakukan secara terukur dan berdasarkan kebutuhan teknis yang telah diidentifikasi oleh pelatih kepala.
"Kehadiran Zlatko Runje merupakan rekomendasi dari pelatih kepala, Igor Tolic, yang tentunya memahami kebutuhan tim secara teknis. Manajemen menghormati proses tersebut dengan tetap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kompetensi, pengalaman, dan rekam jejak yang dimiliki. Kami percaya, kolaborasi yang solid antara pelatih kepala, para asisten pelatih, dan seluruh staf akan menjadi fondasi penting bagi Persib dalam menjaga konsistensi prestasi sekaligus terus meningkatkan daya saing di level Asia," ujar Adhitia, dalam keterangan resminya, Sabtu (4/7/2026).
Sementara Reinhol merupakan pelatih fisik, yang juga berasal dari Kroasia.
Kehadirannya diharapkan dapat menghadirkan pendekatan baru dalam pengembangan kondisi fisik pemain, sekaligus memperkuat fondasi performa tim sepanjang musim yang akan dihadapi.
Pelatih kelahiran 1 Juni 1990 tersebut datang dengan pengalaman di sejumlah klub Eropa.
Sebelum bergabung bersama Persib, Reinholz bertugas sebagai pelatih fisik di klub Bulgaria, Ludogorets Razgrad. Sebelumnya, ia juga pernah mengemban tanggung jawab serupa bersama klub-klub Kroasia, NK Osijek dan Dinamo Zagreb.
Adhitia menjelaskan, perekrutan Reinholz merupakan bagian dari proses penyusunan tim kepelatihan yang dilakukan secara matang bersama pelatih kepala, Igor Tolic.
"Kehadiran Karlo merupakan bagian dari rekomendasi Coach Igor Tolic. Setelah melalui proses evaluasi terhadap rekam jejak, pengalaman, serta kompetensi yang dimilikinya, kami meyakini ia memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk mengemban tanggung jawab sebagai pelatih fisik Persib," ujar Adhitia.