TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Puncak penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival 2026 di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, Minggu (5/7/2026), berlangsung meriah.
Ribuan penonton memadati area festival untuk menikmati penampilan sederet musisi lintas generasi hingga artis internasional yang tampil bergantian sejak sore hingga tengah malam.
Hari penutupan festival menghadirkan deretan nama besar seperti Jikustik, Tulus, Maliq & D’Essentials, KLA Project, Henry Moodie, hingga grup band asal Korea Selatan, The Rose.
Sementara itu, Java Jive membuka rangkaian konser dengan membawakan lagu-lagu hit yang mengajak penonton bernostalgia.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak sore. Selvi (30), yang datang dari Jakarta, mengaku sengaja bertolak ke Yogyakarta untuk menyaksikan penampilan musisi favoritnya di hari terakhir festival.
“Saya sampai Jogja Sabtu kemarin. Tujuannya memang ingin ke sini di hari terakhir. Mau lihat Jikustik dan KLA Project,” ujarnya kepada Tribun Jogja di sela-sela acara.
Bagi Selvi, ini bukan kali pertama menikmati Prambanan Jazz Festival. Ia mengaku sudah tiga kali datang ke Yogyakarta karena bisa menikmati lebih dari satu agenda seni dalam satu kunjungan.
“Iya betul, enaknya gitu. Eventnya itu bisa barengan. Kemarin saya sampai Jogja ke Artjog dulu. Terus hari ini ke Prambanan Jazz. Jadi banyak pilihan,” tuturnya.
Baca juga: LPS Edukasi Pengunjung Lewat Booth di Prambanan Jazz 2026, Kenalkan Tugas dan Fungsi ke Masyarakat
Pengunjung lainnya, Tiara (25), justru baru pertama kali merasakan atmosfer Prambanan Jazz Festival.
Menurutnya, konser dengan latar megah Candi Prambanan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan festival musik lainnya.
“Kalau saya baru pertama kali ke acara ini. Seru juga nonton konser dengan background-nya candi. Areanya juga banyak tenant makanan tradisional khas Jogja,” katanya.
Bagi Tiara, Prambanan Jazz Festival memberikan pengalaman berbeda dibanding konser musik yang pernah ia datangi sebelumnya.
Menurutnya, perpaduan pertunjukan musik dengan kemegahan Candi Prambanan menciptakan suasana yang sulit ditemukan di tempat lain.
Kesan positif tersebut membuat Tiara berencana kembali menghadiri Prambanan Jazz Festival pada penyelenggaraan tahun depan.
”Saya berharap dapat datang bersama lebih banyak teman dan menikmati lebih banyak penampilan musisi di panggung festival di tahun depan ya,” imbuhnya.
Rangkaian konser di hari penutupan dimulai pukul 15.20 WIB dengan penampilan Java Jive di Rukun Stage. Setelah itu, panggung bergantian diisi oleh Jikustik, NonaRia, dan Fariz RM.
Salah satu sajian yang menjadi ciri khas Prambanan Jazz Festival kembali hadir melalui pertunjukan kolaboratif Wayang Bocor bersama Didik Nini Thowok, yang memadukan unsur musik dan seni pertunjukan tradisional.
Memasuki malam, suasana festival semakin semarak saat Tulus naik ke atas panggung. Penampilan penyanyi yang dikenal lewat sejumlah lagu populer itu disambut antusias ribuan penonton dan menjadi salah satu momen paling ditunggu di hari penutupan.
Setelah itu, panggung utama dilanjutkan dengan aksi penyanyi asal Inggris Henry Moodie sebelum akhirnya ditutup oleh penampilan energik The Rose dari Korea Selatan.
Selain menikmati konser di panggung utama, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas di Langgam Lounge. Area tersebut menghadirkan penampilan Bass3 feat Sruti Respati, Jazz Kotabaru, serta sesi diskusi bersama I’m Jazz a Kids All Stars, White Chorus, Nonaria, dan Jo Soegono.
Konsep yang memadukan konser, seni pertunjukan, hingga ruang diskusi tersebut menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap bagi para pengunjung Prambanan Jazz Festival 2026. (*)