TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dalam kurun waktu enam jam terakhir terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB.
Berdasarkan laporan harian yang dirilis di laman magma.esdm.go.id pada Senin (6/7/2026), Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak dua kali ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1500 meter.
" Teramati 2 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1500 meter,"tulis dalam laporan harian yang dirilis di laman magma.esdm.go.id.
Dalam periode yang sama, tercatat aktivitas kegempaan yang masih cukup tinggi di perut Gunung Merapi.
Tercatat ada 18 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-8 mm dan lama gempa 41.62-161.98 detik.
Kemudian 21 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-24 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 24.23-51.5 detik.
Secara visual, puncak gunung terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 75 meter dari puncak.
Cuaca cerah hingga mendung, angin tenang ke arah utara.
Suhu udara sekitar 15.6-19°C dengan kelembaban 92.1-96 persen. Tekanan udara 875.2-919 mmHg.
BPPTKG merekomendasi sejumlah hal terkait dengan potensi bahaya Gunung Merapi.
Di antaranya :