Enam Jam Terakhir, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Dua Kali ke Kali Krasak
Hari Susmayanti July 06, 2026 09:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dalam kurun waktu enam jam terakhir terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB.

Berdasarkan laporan harian yang dirilis di laman magma.esdm.go.id pada Senin (6/7/2026), Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak dua kali ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1500 meter.

" Teramati 2 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1500 meter,"tulis dalam laporan harian yang dirilis di laman magma.esdm.go.id.

Dalam periode yang sama, tercatat aktivitas kegempaan yang masih cukup tinggi di perut Gunung Merapi.

Tercatat ada 18 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-8 mm dan lama gempa 41.62-161.98 detik.

 Kemudian 21 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-24 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 24.23-51.5 detik.

Secara visual, puncak gunung terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 75 meter dari puncak.

Cuaca cerah hingga mendung, angin tenang ke arah utara.
 
Suhu udara sekitar 15.6-19°C dengan kelembaban 92.1-96 persen. Tekanan udara 875.2-919 mmHg.

Potensi Bahaya
Sampai saat ini Gunung Merapi masih berstatus Level III atau siaga.

BPPTKG merekomendasi sejumlah hal terkait dengan potensi bahaya Gunung Merapi.

Di antaranya :

  • Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
  • Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
  • Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
  • Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
  • Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
  • Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
  • Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.