Vinicius Sudah Pegang Bola, Mengapa Penalti Brasil Tetap Diambil Bruno Guimaraes?
Tribun-video July 06, 2026 10:42 AM

- Kegagalan penalti Bruno Guimaraes menjadi sorotan utama dalam momen tersingkirnya Timnas Brasil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Selecao harus angkat koper lebih awal setelah disingkirkan Timnas Norwegia di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (5/7/2026) waktu setempat.

Peraih gelar Piala Dunia terbanyak itu kalah 1-2 akibat dwigol Erling Haaland pada penghujung babak kedua. Brasil hanya mampu membalas melalui eksekusi penalti Neymar pada masa injury time.

Sebenarnya, Brasil memiliki peluang untuk unggul lebih dulu pada menit ke-14. Wasit menunjuk titik putih setelah Matheus Cunha dilanggar di kotak penalti.

Namun, tendangan Bruno Guimaraes berhasil dibaca dengan baik oleh kiper Norwegia, Orjan Nyland.

Pertanyaan pun muncul, mengapa gelandang Newcastle United itu yang ditunjuk sebagai algojo?

Sebelum eksekusi dilakukan, Vinicius Junior sempat memegang bola di area titik putih sebelum menyerahkannya kepada Guimaraes.

Tak sedikit yang mengira Vinicius akan mengambil tendangan krusial tersebut untuk membawa Brasil unggul.

Maklum, winger Real Madrid itu merupakan pencetak gol terbanyak Brasil di Piala Dunia 2026 dengan koleksi empat gol.

Namun, Guimaraes tetap menjadi eksekutor dan gagal menjalankan tugasnya.

Memang tidak ada jaminan hasil pertandingan akan berbeda, tetapi publik Brasil tentu berharap penalti tersebut mampu mengubah jalannya laga.

Faktanya, Brasil harus menelan kekalahan setelah gawang Alisson Becker dibobol dua kali oleh penyerang Manchester City, Erling Haaland, pada menit ke-79 dan ke-90.

Penalti kedua Brasil yang sukses dieksekusi Neymar pada menit ke-90+10 hanya mampu memperkecil ketertinggalan.

Gol tersebut sekaligus berpotensi menjadi gol terakhir Neymar di ajang Piala Dunia.

Hasil ini menjadi catatan buruk bagi Brasil. Untuk pertama kalinya sejak 1990, mereka tersingkir pada fase 16 besar Piala Dunia.

Bagi Guimaraes, kegagalan tersebut juga mencatatkan rekor yang tidak diinginkan. Untuk pertama kalinya sejak 1986, Brasil gagal mencetak gol dari titik penalti di Piala Dunia.

Usai pertandingan, pelatih Carlo Ancelotti tidak menghadiri sesi wawancara tatap muka.

Ia menyerahkan tugas tersebut kepada asistennya yang juga putranya, Davide Ancelotti.

Terkait keputusan memilih penendang penalti, Davide menjelaskan bahwa hal itu telah disepakati sebelum pertandingan dimulai.

Vinicius Junior memang tidak berada dalam urutan teratas daftar eksekutor penalti. Ironisnya, Guimaraes sebelumnya baru tiga kali mengambil tendangan penalti sepanjang karier profesionalnya.

"Sudah diputuskan sebelum pertandingan bahwa Bruno Guimaraes yang akan mengambil tendangan penalti."

"Gagal mengeksekusi penalti bisa saja terjadi dalam sepak bola. Hari ini, hal itu terjadi," ujar Davide.

Dalam sesi konferensi pers, Carlo Ancelotti kemudian memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Kami melakukan survei selama satu tahun terhadap para pemain lawan dan pemain kami sendiri."

"Penendang penalti terbaik di tim adalah Neymar, kemudian Igor Thiago, Raphinha, Bruno Guimaraes, dan Gabriel Martinelli."

"Kami memilih Bruno karena menganggap dia sebagai penendang penalti terbaik yang masih berada di lapangan," kata pelatih asal Italia tersebut, dikutip BolaSport.com dari O Globo.

Kekalahan ini membuat Brasil gagal mewujudkan target lolos ke perempat final Piala Dunia 2026. Sebaliknya, Norwegia memastikan diri melaju ke babak delapan besar.

(*)

VP: RAMA(MAGANG)

# Bruno Guimaraes # Brasil # Piala Dunia 2026 # Vinicius

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.