DLH Deteksi Gas Metana di Lokasi Semburan Lumpur Gas Aceh Timur, Ditemukan 10 Titik Rembesan Baru
Muliadi Gani July 06, 2026 10:52 AM

 

PROHABA.CO, ACEH TIMUR – Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Timur pada Sabtu (4/7/2026) turun langsung ke lokasi semburan lumpur gas yang keluar dari sumur bor di Gampong Meunasah Tingkeum, Kecamatan Madat.

Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya sekaligus memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, keberadaan lumpur dan gas yang keluar dari sumur bor sempat menarik perhatian warga sehingga banyak yang berkumpul di sekitar kawasan masjid setempat.

Untuk mengetahui kondisi atmosfer di lokasi, tim DLH melakukan pengukuran menggunakan alat Drager Multi Gas Detector di sejumlah titik yang dianggap rawan.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kandungan gas metana yang bersifat mudah terbakar.

Pada bibir sumur utama atau titik nol, alat mendeteksi konsentrasi gas mencapai 40 hingga 42 persen Lower Explosive Limit (LEL), sementara di beberapa titik lain terdeteksi kandungan gas berkisar 2 hingga 6 persen LEL.

Baca juga: Semburan Lumpur Panas dari Sumur Bor Hebohkan Warga Meunasah Tingkeum Aceh Timur

Baca juga: Sumur Minyak Tradisional Ilegal di Aceh Timur Meledak dan Terbakar, Polisi Selidiki Penyebabnya

SEMBURAN LUMPUR PANAS - Semburan lumpur panas ke luar dari sumur yang dibor oleh warga untuk keperluan pemenuhan air di Gampong Meunasah Tingkeum, Kecamatan Madat, Aceh Timur, Rabu (1/7/2026). 
SEMBURAN LUMPUR PANAS - Semburan lumpur panas ke luar dari sumur yang dibor oleh warga untuk keperluan pemenuhan air di Gampong Meunasah Tingkeum, Kecamatan Madat, Aceh Timur, Rabu (1/7/2026).  (Serambinews.com/HO)

Adapun parameter gas lainnya masih berada dalam kondisi normal.

Selain sumur utama, tim juga menemukan sekitar 10 titik rembesan gas baru di kawasan persawahan yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Al-Farlaky, gas pada sumur utama saat ini keluar secara intermiten atau terputus-putus karena sempat tertahan material lumpur.

Sebaliknya, rembesan gas di sejumlah titik persawahan terpantau keluar secara terus-menerus.

"Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kita sudah meminta DLH Aceh Timur bersama instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah pengamanan preventif di lokasi," ujar Al-Farlaky.

Sebagai langkah pengamanan, area di sekitar sumur utama telah dipasang barikade dan dinyatakan sebagai kawasan steril guna membatasi akses masyarakat maupun pihak yang tidak berkepentingan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi hingga kondisi dinyatakan aman oleh petugas.

Selain melakukan pengamanan di lapangan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga telah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan PT Medco E&P untuk penanganan lebih lanjut serta memastikan kondisi semburan gas terus dipantau secara intensif guna mencegah potensi risiko terhadap masyarakat dan lingkungan.

(Serambinews.com/Maulidi Alfata)

Baca juga: Sumur Bor Semburkan Gas dan Api di Aceh Utara, Puluhan Warga Masih Mengungsi

Baca juga: Sumur Minyak Pertamina di Aceh Tamiang Terbakar, BPBD Aceh Kerahkan Dua Damkar

Baca juga: Polisi dan BKSDA Aceh Telusuri Dugaan PETI di Hutan Jantho, Musnahkan Sarana Tambang Ilegal

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.