Martinus Zonggonau Dukung Pembangunan Monumen Sejarah Pagopugaida di Paniai
Hans Arnold Kapisa July 06, 2026 11:44 AM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pemuda Kampung Dama-Dama, Distrik Bibida, Kabupaten Paniai, Martinus Zonggonau, mendukung  rencana pembangunan Monumen Sejarah Pagopugaida.

Martinus menegaskan, monumen atau situs sejarah merupakan warisan penting yang harus dijaga karena menjadi bagian dari identitas masyarakat sekaligus bukti perjalanan peradaban yang dapat dipelajari generasi sekarang maupun mendatang.

“Pagopugaida merupakan salah satu tempat bersejarah yang memiliki nilai penting bagi perjalanan penyebaran Gereja Katolik di wilayah Meepago. Karena itu, sejarah ini harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya melalui siaran pers kepada TribunPapua Barat.com, Minggu (5/7/2026).

Menurut Martinus, Pagopugaida memiliki nilai sejarah besar karena di lokasi tersebut Pater Kamerer membangun rumah pertama yang menjadi awal pelayanan misi Katolik di Paniai sebelum berkembang ke sejumlah daerah lain seperti Ilaga, Dugindoga, dan Tsinga.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Wakil Ketua IV DPRP Papua Tengah, John NR Gobai, yang menggagas pembangunan monumen tersebut.

“Saya memberikan dukungan penuh kepada Bapak John NR Gobai atas gagasan pembangunan Monumen Sejarah Pagopugaida. Ini merupakan langkah penting untuk melestarikan sejarah dan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat,” katanya.

Baca juga: Mahasiswa Paniai Tolak Oknum yang Diduga Fasilitasi Aksi Penolakan DOB Moni

Martinus berharap monumen ini kelak menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat suku Moni, Mee, maupun masyarakat Papua secara umum mengenai sejarah awal perkembangan misi Gereja Katolik di kawasan Meepago.

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya pemahaman masyarakat mengenai perbedaan antara patung dan monumen. “Yang direncanakan adalah pembangunan Monumen Sejarah Pagopugaida, bukan pembangunan patung.

Karena itu masyarakat perlu memahami perbedaan keduanya agar tidak terjadi kesalahpahaman,” jelasnya.

Martinus juga mengajak keluarga besar Zonggonau, Kobogau, Gobai, Magay, Yatipai, serta seluruh masyarakat untuk mendukung rencana pembangunan tersebut.

Menurutnya, pelestarian sejarah merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga identitas budaya dan menghormati perjuangan para pendahulu.

“Semoga Monumen Sejarah Pagopugaida menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah, memperkuat identitas budaya masyarakat Meepago, serta menjadi warisan berharga yang terus dikenang oleh anak cucu di masa depan,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.