Anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran mengirimkan sinyal bahaya dengan bersumpah akan menuntut balas atas kematian mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Di tengah prosesi pemakaman di Teheran, mantan wakil presiden tersebut menegaskan dengan keras bahwa para pembunuh Khamenei tidak akan pernah diizinkan mati secara wajar.
Mengutip Iran International pada (6/7), sumpah itu dilontarkan oleh Mohammad Mokhber dalam postingan yang rilis Minggu (5/7/2026).
Lebih tepatnya, dia menyampaikan ancaman mengerikan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kematian Ali Khamenei.
Di hadapan media pemerintah, ia bersumpah akan menuntut balas atas pembunuhan mantan Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.
Mokhber dengan tegas menyatakan bahwa para pembunuh Khamenei "tidak akan pernah mati secara wajar".
Pernyataan keras itu ia sampaikan langsung di tengah riuhnya prosesi upacara pemakaman akbar yang digelar di Teheran.
Menurutnya, Iran tidak akan tinggal diam dan membiarkan para pelaku hidup dengan tenang setelah melancarkan serangan udara fatal tersebut.
Ketegangan di lokasi pemakaman pun semakin memuncak seiring dengan bergulirnya orasi politik dari para petinggi negara.
Sebagai informasi tambahan, kehadiran Mokhber di garis depan prosesi ini sekaligus menegaskan kekompakan struktur politik internal Iran dalam menghadapi musuh-musuhnya.
Publik menilai, pesan terbuka yang dilontarkan sang mantan wakil presiden sengaja ditujukan untuk meneror mental otoritas Washington dan Tel Aviv.
Melalui sumpah tersebut, Iran mengirimkan sinyal bahwa operasi pembalasan rahasia kini siap digulirkan kapan saja.