BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Memasuki musim kemarau 2026, wilayah ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan menjadi salah satu tempat yang sangat dijaga terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel, Muhidin saat pelaksanaan apel kesiapasiagaan karhutla di Gubernuran Banjarbaru, Senin (6/7/2026).
“Jadi ini kita utamakan di daerah sekitar bandara, supaya jangan ada yang mengganggu, tapi semua tadi, kebakaran yang ada di dekat-dekat ini harus kita perhatikan juga,” katanya.
Sementara itu, General Manager (GM) Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stefhanus Milyas Wardana, mengatakan bahwa bandara juga telah siap dalam segi operasional menangani jika terjadi karhutla di sekitar bandara.
“Kami memiliki unit khusus yang namanya ARFF, atau Airport Rescue and Fire Fighting. Kami sudah siap itu dengan segala kekuatannya,” ujarnya.
Baca juga: Apel Siaga Bencana Karhutla 2026, Gubernur Muhidin: Tingkatkan Pengawasan di Daerah Rawan Kebakaran
Baca juga: Lebih 2 Jam Atasi Kebakaran Lahan di Banjarbaru, Terdata 35 Titik Panas di Kalsel
Stefhanus juga menyampaikan tindakan yang bakal dilakukan jika sewaktu-waktu ada gangguan dampak karhutla yang menggangu operasional bandara.
“Nanti ternyata ada yang akan mengganggu, kami juga akan menyiapkan kontingensi. Apabila nanti lsampai tidak bisa melakukan kegiatan operasional, maka kami akan melakukan koordinasi dengan bandara-bandara sekitar untuk melakukan, apakah bisa mereka mendarat di bandara-bandara lainnya, seperti bandara Syamsudin Noor ini,” jelasnya..
Meski demikina, Stefhanus mengungkapkan hingga saat ini tidak ada gangguan operasional di Bandara Internasional Syamsudin Noor, seperti dampak karhutla.
“Sejauh-sejauh ini kita masih running normal saja,” tegasnya.
Di sisi lain, pihak bandara juga menghimbau warga sekitar untuk selalu waspada terhadap potensi titik api dan melaporkannya dengan cepat jika ditemukan, serta menghindari aktivitas pembakaran untuk mencegah terjadinya karhutla di sekitar Bandara Syamsudin Noor.
(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)