TRIBUNNEWS.COM - Celoteh 'pinggir jurang' terlontar dari mulut pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, merespons kabar pencabutan skorsing penyerang timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Thomas Tuchel mempertanyakan proses yang membuat hukuman skorsing Folarin Balogun dicabut.
Ia bahkan berseloroh bahwa Harry Kane bisa meminta bantuan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk membatalkan kartu merah yang diterima Jarell Quansah.
Apa yang disampaikan Tuchel mengacu kepada kartu merah yang diterima pemain Inggris, Jarell Quansah, saat menyingkirkan Meksiko 3-2 di Azteca Stadium, Senin (6/7) pagi WIB.
Kemenangan ini membuat Inggris mantap melangkah ke 8 Besar di Piala Dunia 2026, di mana Tim Tiga Singa akan menantang Norwegia dalam perebutan tiket lolos semifinal.
"Kuncinya kalau memang mau melaju jauh buat Inggris itu gimana caranya menjaga ruang ganti tetap kondusif. Itu aja, tetap kondusif dan pemain-pemain ini nyaman," kata football enthusiast asal Semarang, Gigih, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Menariknya pasca-pertandingan, Tuchel mengomentari soal pencabutan skorsing Balogun, dan hal serupa juga dia inginkan terhadap Jarell Quansah untuk laga 8 Besar mendatang.
FIFA telah mengonfirmasi bahwa Balogun tetap bisa membela timnas Amerika Serikat saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar, Selasa (7/7), setelah menggunakan Pasal 27 dalam kode disiplin mereka untuk menunda hukuman larangan bermain satu pertandingan yang diterima Balogun usai mendapat kartu merah dalam laga melawan Bosnia-Herzegovina.
Asosiasi Sepak Bola Belgia mengaku terkejut dengan keputusan tersebut.
Sementara itu, laporan ABC News menyebut Trump menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meninjau hukuman yang dijatuhkan kepada Balogun.
Quansah sendiri mendapat kartu merah setelah tinjauan VAR saat Inggris meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Meksiko di Stadion Azteca.
Baca juga: Inggris Lolos Dramatis ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Puji Mental Harry Kane Cs
Seusai pertandingan, Tuchel mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi tersebut.
"Saya pikir, pertama-tama, untuk memperjelas, itu bukan kartu merah," ujar Tuchel mengenai kasus Balogun, dikutip dari laman ESPN.
"Namun VAR ikut campur, dan tiga orang dari tim VAR bersama wasit meninjaunya serta memutuskan bahwa itu adalah kartu kuning, sehingga keputusan sudah dibuat."
"Siapa yang bisa membatalkan keputusan ini, kapan, dan atas dasar apa? Sampai sejauh mana hal seperti ini akan berlangsung? Bagi saya ini aneh. Kami hanya ingin ada konsistensi dalam pengambilan keputusan."
"Apakah kartu kuning yang diterima Declan Rice pada menit pertama bisa dibatalkan? Kita bisa terus memperdebatkan hal ini tanpa henti. Saya rasa itu bukan kartu kuning."
"Apakah kami akan mendapatkan kartu kuning itu kembali? Apakah Prancis juga akan mendapatkan kembali kartu kuning untuk Michael Olise saat melawan Paraguay, yang menurut saya sebenarnya bukan kartu kuning?" sambung pria yang pernah membesut PSG dan Chelsea.
"Sampai di mana ini akan berakhir? Saya tidak tahu aturannya. Saya bukan orang yang tepat untuk menjawabnya. Saya hanya akan menunggu dan melihat apa yang terjadi."
Trump sebelumnya memuji Kane melalui Truth Social setelah kemenangan Inggris dan menyebutnya sebagai "pemain hebat".
Ketika ditanya apakah kapten Inggris itu bisa melobi Presiden AS terkait kasus Quansah, Tuchel menjawab sambil bercanda.
"Haruskah Harry Kane menghubungi Presiden Trump? Mungkin, itu bisa menjadi awal yang baik," kelakarnya.
Menanggapi kemungkinan banding lebih lanjut, Tuchel kembali mempertanyakan batasan dalam proses tersebut.
"Dari mana ini dimulai dan di mana batas akhirnya? Apakah kita bisa membatalkannya atau tidak? Apa sebenarnya yang sedang terjadi?" katanya.
"Pertanyaan saya adalah, di mana batasnya harus ditetapkan? Saya tidak punya jawabannya. Apakah sekarang kita akan mengajukan banding untuk setiap kartu kuning yang dianggap bukan kartu kuning? Atau setiap kartu merah yang dinilai tidak tepat? Di mana semuanya dimulai dan di mana semuanya berakhir?" ujar Tuchel mengakhiri
(Tribunnews.com/Giri)