Korban pertama yang ditemukan meninggal dunia adalah Aipda Yudhie Perdana Putra.
Ia ditemukan dengan luka akibat senjata tajam seusai terlibat dalam operasi penindakan terhadap bandar sabu.
Sementara itu, dua anggota lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat dinyatakan hilang seusai insiden penyerangan.
Jenazah Bripda Nopandri akhirnya ditemukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, tepatnya di seberang Desa Tumbang Lahang, pada Sabtu (4/7/2026) sekira pukul 15.55 WIB.
Sehari kemudian, Minggu (5/7/2026) pagi, jenazah Aiptu Sumaryanto ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei.