TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasangkayu sejak Minggu (5/7/2026) malam hingga Senin (6/7/2026) subuh menyebabkan sejumlah titik di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasangkayu tergenang air.
Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, Senin (6/7/2026), genangan air terlihat menutupi ruas jalan utama di kawasan perkantoran, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu.
Air menggenang cukup luas hingga meluber ke halaman sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Baca juga: 6 Provinsi Ramaikan Liga Sepak Takraw Regional Sulawesi di Mamuju, Sulbar Jadi Tuan Rumah
Baca juga: Kabel Semrawut di Jalan Andi Depu Pasangkayu Dikeluhkan Warga, Dinilai Berbahaya dan Tak Tertata
Pantulan bangunan kantor dan langit tampak jelas di permukaan air yang menggenangi kawasan tersebut.
Salah satu titik yang terdampak cukup parah berada di halaman Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pasangkayu.
Di lokasi tersebut, genangan air mencapai betis orang dewasa sehingga menyulitkan aktivitas pegawai maupun masyarakat yang datang mengurus administrasi kependudukan.
Sementara itu, genangan di ruas jalan kompleks perkantoran mencapai mata kaki orang dewasa.
Meski demikian, aktivitas pemerintahan tetap berlangsung.
Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas terlihat memperlambat laju kendaraan untuk menghindari cipratan air.
Beberapa pegawai yang tiba di kantor tampak berjalan perlahan menerobos genangan.
Pegawai perempuan terlihat mengangkat rok, sementara pegawai laki-laki menggulung celana agar tidak basah saat menuju kantor masing-masing.
Kepala Disdukcapil Pasangkayu, Muh Abduh, yang dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, mengakui genangan air di halaman kantornya masih menjadi persoalan.
Menurutnya, kondisi saat ini sudah lebih baik dibanding sebelumnya setelah dilakukan penimbunan di area halaman kantor.
"Kalau dibanding dulu sudah agak mendingan setelah ditimbun," ujarnya.
Namun, ia mengatakan penanganan tersebut belum sepenuhnya mengatasi persoalan.
Pihaknya berencana kembali melakukan penimbunan agar halaman kantor lebih tinggi, sehingga tidak mudah tergenang.
Hanya saja, rencana tersebut masih terkendala ketersediaan anggaran.
Sejumlah pegawai menyebut genangan biasanya bertahan cukup lama saat hujan deras dan baru surut setelah beberapa hari.
Warga dan pegawai berharap pemerintah daerah dapat melakukan penanganan permanen, seperti perbaikan sistem drainase dan peningkatan kontur kawasan perkantoran, agar aktivitas pelayanan publik tidak lagi terganggu saat musim hujan. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan