BANGKAPOS.COM - Kapten Harry Kane menambah keunggulan Inggris atas Meksiko menjadi 3-1 pada menit 59 babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Senin (6/7/2026).
Gol Kane terjadi melalui titik putih setelah pemain Inggris dijatuhkan kiper Meksiko di dalam kotak penalti.
Dua gol The Three Lions sebelumnya diborong Jude Bellingham pada menit ke-35 dan menit ke-37 babak pertama.
Meksiko sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol J. Quiñones pada menit 42 babak pertama.
Pada babak kedua Inggris maupun Meksiko saling meningkatkan serangan.
Beberapa peluang gagal dikonversi menjadi gol hingga kemudian datang peluang pemain Inggris di depan gawang Meksiko yang berbuah penalti.
Jika menang atas Meksiko, Inggris sudah ditunggu Norwegia di babak 8 besar atau perempat final hari Minggu (12/7/2026)
Triady, pengamat sepak bola dan juga wasit di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung menyoroti peluang dan materi pemain Inggris di Piala Dunia 2026.
"Inggris materinya luar biasa, kalau kita bilang Inggris itu bisa bikin dua tim nasional sama kuat," ujar Triady saat podcast Selebrasi Lokal Bangka Pos membahas preview pertandingan Inggris vs RD Kongo di babak 32 besar.
Triadhy mengatakan Inggris memiliki banyak pemain bintang. Hal ini tak hanya berdampak positif bagi timnas Inggris, namun juga ada dampak negatif yang dapat muncul.
Menurutnya, ego sebagai pemain bintang hingga rivalitas klub, menjadi tantangan bagi timnas Inggris yang perlu dibenahi jika ingin berbicara banyak di ajang Piala Dunia 2026.
"Dari segi kompetisi pemain kalau buat pelatih Inggris, sekarang dia cuma bisa bagaimana tim ini kompak. Sekarang kalau Inggris kita bicara ego masing-masing pemain, kalau bisa meredam bakal menang besar," kata Triadhy.
Beberapa jam sebelumnya, Norwegia membuat sejarah baru menyingkirkan Brasil 2-1.
Norwegia sukses mengalahkan Tim Samba dengan skor 2-1 berkat dua gol (brace) dari Erling Haaland di menit 79 dan 90.
Gol balasan Brasil dicetak Neymar di waktu injury time menit 90+10.
Kemenangan bersejarah ini mengantarkan Norwegia ke babak 8 besar atau perempat final.
Ini adalah pertama kalinya Norwegia berhasil mencapai 8 besar Piala Dunia.
Di babak 8 besar Piala Dunia 2026, Norwegia akan menghadapi pemenang laga Inggris vs Meksiko.
Norwegia menyusul Maroko dan Prancis yang sudah lebih dahulu lolos perempat final.
Erling Haaland dan Orjan Nyland tampil gemilang saat Norwegia menumbangkan Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026, .
Melansir Fifa.com, Stadion New York New Jersey, AS, menggelar laga terakhir mereka dalam turnamen ini, sebelum nantinya akan menyelenggarakan pertandingan final pada 19 Juli mendatang.
Norwegia kini hanya terpaut dua pertandingan lagi untuk mencapai partai puncak tersebut setelah menundukkan Brasil di babak 16 besar.
Hasil ini diraih berkat gol keenam dan ketujuh Erling Haaland di turnamen ini.
Gol-gol tersebut membawanya menyamai torehan Kylian Mbappe dan Lionel Messi di saat persaingan memperebutkan Sepatu Emas adidas kian memanas.
Di bawah sengatan matahari sore, Seleção sempat menghadapi ancaman awal dari Patrick Berg sebelum akhirnya mendapatkan peluang emas untuk unggul saat laga baru berjalan hampir lima belas menit.
Kristoffer Ajer melakukan pelanggaran yang ceroboh terhadap Matheus Cunha.
Setelah peninjauan VAR, Brasil dihadiahi penalti. Awalnya, Vinicius Junior terlihat akan mengeksekusi bola adidas TRIONDA langusng, namun ia memberikannya kepada Bruno Guimaraes.
Eksekusi penalti Guimaraes ke arah kiri bawah berhasil ditepis dengan cekatan oleh Orjan Nyland.
Kiper Norwegia berusia 35 tahun tersebut merupakan seorang pemain bola tangan yang aktif di masa mudanya.
Kendati demikian, justru kakinyalah yang berhasil mementahkan beberapa kali peluang emas dari Gabriel Martinelli dan Vinicius Junior, sehingga memaksa kedua tim turun minum dengan skor kacamata.
Salah satu motor serangan kreatif Norwegia, Antonio Nusa, ditarik keluar saat jeda. Namun, justru pemain pengganti Brasil, Endrick, yang menyia-nyiakan peluang emas untuk memecah kebuntuan.
Hanya 52 detik setelah memasuki lapangan, penyerang muda tersebut terlepas sendirian setelah menerima umpan akurat dari Vinicius Junior. Sayangnya, sentuhan pertama yang terlalu deras membuat sepakannya melenceng dari sasaran.
Sang "Volda Viking" (julukan Nyland) kembali melakukan dua penyelamatan gemilang, masing-masing untuk menggagalkan peluang Rayan dan Bruno Guimaraes, sebelum akhirnya Norwegia memukul balik.
Andreas Schjelderup, pemain yang masuk menggantikan Nusa, menusuk bebas dari sisi kiri setelah skema kerja sama apik dalam tujuh operan.
Ia kemudian melepaskan umpan silang matang yang disambut Haaland dengan sundulan tajam ke bawah, menaklukkan penjaga gawang Alisson.
Haaland kemudian menggandakan keunggulan tepat di penghujung waktu normal setelah mengarahkan bola ke celah kaki Danilo dan melewati halauan Alisson yang telanjur melompat.
Gol ini memicu gemuruh selebrasi di kalangan pendukung Norwegia yang memadati stadion.
Eksekusi penalti Neymar pada menit kesepuluh masa tenggang hanya menjadi pelipur lara bagi Brasil yang harus pulang lebih awal. Ini adalah capaian terburuk mereka di Piala Dunia sejak 1990.
Sebaliknya, Norwegia sukses melaju ke babak delapan besar untuk pertama kalinya.
Laga perempat final Norwegia melawan Inggris atau Meksiko di Miami pada 12 Juli kini telah menanti skuad asuhan Stale Solbakken tersebut.
Pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Babel Jaya, Bachtiar Hamid menyebut Erling Haaland sebagai sosok penyerang menakutkan bagi tim lawan.
Hal itu diungkaokan Bachtiar Hamid dalam podcast Selebrasi Lokal Bangka Pos 2026, dipandu host Muhammad Zulkodri pada Kamis (25/6/2026).
Podcast saat itu membahas preview pertandingan Norwegia vs Prancis di babak fase grup.
Bachtiar mengatakan, penyerang tengah klub Manchester City yang memiliki naluri mencetak gol dan berpostur tinggi 195 centimeter kerap jadi momok bagi penjaga gawang lawan.
Bachtiar Hamid mengungkap statistik singkat yang menunjuk betapa gacornya Haaland di tengah lapangan.
Di usianya baru menginjak 25 tahun Haaland telah mencetak total 350 gol, serta juga menjadi pencetak gol terbanyak bagi Norwegia dengan 55 gol.
"Halland juga monster luar biasa, headingnya, powernya, sprint pendeknya, shooting keras segala macam dia punya. Cuma untuk level kompetisi Liga Inggris, dia rajanya sekarang. Tapi kita belum tahu, level untuk Piala Dunia karena Norwegia belum terbukti," ujar Bachtiar Hamid.
(Bangkapos.com/FIFA.com/Rizky Irianda Pahlevi)