Investasi Baru Mulai Berbuah, BPKPAD Batang Bidik PAD dari RS, Restoran hingga Kawasan Industri
muslimah July 06, 2026 11:12 AM

Investasi Baru Mulai Berbuah, BPKPAD Batang Bidik Lonjakan PAD dari Rumah Sakit, Restoran hingga Kawasan Industri


TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Gelombang investasi yang terus berdatangan ke Kabupaten Batang mulai memberikan dampak nyata terhadap potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Pemerintah Kabupaten Batang kini membidik sumber-sumber pajak baru dari rumah sakit, restoran, usaha komersial, hingga kawasan industri sebagai motor penggerak penerimaan daerah pada semester kedua 2026.

Di tengah realisasi PAD yang telah mencapai sekitar Rp108 miliar atau 45 persen dari target Rp 240,691 miliar, Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) memilih tidak hanya mengandalkan sektor pajak yang sudah ada. 

Pendataan objek pajak baru kini terus dipercepat untuk memperluas basis penerimaan daerah.

Kepala Bidang Penagihan, Evaluasi dan Pelaporan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah BPKPAD Batang, Anisah, mengatakan pihaknya tengah memetakan berbagai usaha baru yang mulai beroperasi maupun yang sedang dibangun di Batang.

"Pendataan restoran terus kami lakukan. Selain itu, investasi baru seperti rumah sakit dan bangunan usaha lainnya nantinya akan menjadi objek PBB. Ketika sudah beroperasi, akan muncul potensi pajak reklame, pajak parkir, dan jenis pajak daerah lainnya," kata Anisah, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, geliat pembangunan di kawasan industri juga mulai memberikan tambahan penerimaan meski sebagian besar pabrik belum beroperasi penuh. 

Aktivitas pembangunan tersebut telah menciptakan objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) baru yang berkontribusi terhadap PAD.

Anisah menjelaskan, dampak investasi diperkirakan akan semakin terasa pada 2027 ketika pabrik-pabrik mulai berproduksi. 

Saat itu, potensi penerimaan daerah tidak hanya berasal dari PBB, tetapi juga berbagai jenis pajak daerah lain yang mengikuti aktivitas ekonomi.

Sementara itu, hingga pertengahan tahun ini, penyumbang terbesar PAD masih berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). 

Tingginya transaksi tanah dan bangunan menjadi penopang utama penerimaan daerah.

Meski demikian, BPKPAD masih menghadapi tantangan pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). 

Realisasi PBB baru mencapai sekitar 22 persen karena pembayaran perusahaan umumnya dilakukan menjelang jatuh tempo pada Agustus.

Di sisi lain, capaian opsen PKB masih berada di kisaran 39 persen. 

Kondisi itu dipengaruhi keterbatasan akses data kendaraan yang berada di bawah kewenangan Samsat. 

Untuk meningkatkan penerimaan, BPKPAD menggandeng pemerintah desa melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk menggabungkan agenda penagihan PBB dengan penyampaian informasi mengenai kewajiban pembayaran PKB.

Dengan bertambahnya objek pajak baru seiring derasnya investasi di Kabupaten Batang, pemerintah daerah optimistis ruang peningkatan PAD masih terbuka lebar. 

Ekspansi dunia usaha dinilai bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui bertambahnya sumber - sumber penerimaan pajak. (Ito) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.