SRIPOKU.COM, BATURAJA – Video viral yang memperlihatkan seorang siswi SMP bernama Mutia diduga bekerja selama 12 jam dengan gaji atau upah Rp30 ribu per hari masih menjadi perhatian publik.
Namun, Pemerintah Kelurahan Talang Jawa, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), memastikan anak dalam video tersebut bukan merupakan warganya.
Lurah Talang Jawa, Faisal Reza, SSTP, mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran setelah video tersebut ramai beredar di media sosial.
"Kami sudah melakukan penelusuran di Kelurahan Talang Jawa dan tidak ada anak tersebut," ujar Faisal Reza saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, kemungkinan nama Talang Jawa yang disebut dalam video merujuk ke daerah lain di luar Kabupaten OKU. Pasalnya, video yang beredar tidak mencantumkan alamat lengkap domisili anak tersebut.
"Mungkin saja Talang Jawa yang dimaksud berada di daerah lain di luar Kabupaten Ogan Komering Ulu. Sayangnya, pihak yang membagikan video tidak menyebutkan alamat lengkap, minimal nama kabupaten tempat tinggal anak itu," katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU, Ie Iwarwan SR, M.Eng. Ia mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terkait identitas anak dalam video viral tersebut.
"Kami masih menelusuri, tapi sejauh ini belum ada," ujarnya.
Sementara itu, Babinsa Talang Jawa, Redo, juga mengaku telah melakukan pengecekan di wilayahnya, namun belum menemukan keberadaan anak yang dimaksud.
"Saya sudah menelusuri informasi ini, namun belum menemukan anak yang viral tersebut," katanya.
Sebelumnya, sebuah video berdurasi 39 detik beredar luas di media sosial dan menuai banyak perhatian. Dalam video itu disebutkan seorang siswi SMP bernama Mutia bekerja selama 12 jam setiap hari demi menghidupi dua adiknya.
Video tersebut juga menyebutkan ayah anak itu sedang menjalani hukuman penjara, sementara ibunya dirawat di rumah sakit jiwa. Namun, lokasi rumah sakit maupun alamat lengkap keluarga tersebut tidak dijelaskan.
Dalam pengakuannya di video, anak tersebut mengaku menerima upah Rp30 ribu per hari. Dari jumlah itu, sebagian besar habis untuk biaya transportasi dari rumah ke tempat kerja sehingga hanya tersisa sekitar Rp6 ribu untuk dibawa pulang.
Hingga kini, identitas maupun domisili anak dalam video tersebut masih dalam penelusuran pihak terkait.