TRIBUNPEKANBARU.COM - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli terus berkomitmen mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan kepada Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Panglimo di Desa Temiai, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, Jambi, berupa pembangunan dome (ruang pengering kopi), pelatihan, serta pemberdayaan kelompok tani guna meningkatkan kualitas dan nilai tambah kopi lokal.
Kabupaten Kerinci dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan di Indonesia.
Namun, proses pascapanen yang masih dilakukan secara konvensional menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kualitas biji kopi, terutama saat musim hujan.
Melalui pembangunan dome pengering kopi, PLN Peduli hadir untuk membantu petani memperoleh proses pengeringan yang lebih optimal sehingga mutu kopi tetap terjaga dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Selain pembangunan fasilitas pengeringan, PLN UIP Sumbagteng juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani yang tergabung dalam KUPS Panglimo.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota kelompok dalam pengelolaan pascapanen, pengembangan produk, hingga penguatan kelembagaan kelompok agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Assistant Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIP Sumbagteng, Muhammad Jamil, yang hadir didampingi Tim PLN UIP Sumbagteng serta Srikandi PLN.
Kehadiran PLN menjadi wujud nyata dukungan perusahaan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi potensi unggulan daerah.
Ketua KUPS Panglimo, Munafri, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PLN UIP Sumbagteng. Menurutnya, bantuan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi para petani kopi, khususnya dalam menjaga kualitas hasil panen dan meningkatkan produktivitas kelompok.
_"Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UIP Sumbagteng atas bantuan yang diberikan. Pembangunan dome pengering kopi sangat kami butuhkan karena selama ini proses pengeringan masih bergantung pada cuaca. Ditambah dengan adanya pelatihan dan pendampingan, kami semakin optimis dapat menghasilkan kopi dengan kualitas yang lebih baik dan memiliki daya saing yang lebih tinggi,"_ ujar Munafri.
Assistant Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIP Sumbagteng, Muhammad Jamil, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian PLN dalam menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal.
"PLN tidak hanya menghadirkan listrik untuk masyarakat, tetapi juga berupaya menghadirkan energi bagi pertumbuhan ekonomi melalui program TJSL. Kami berharap bantuan pembangunan dome pengering kopi, pelatihan, dan pemberdayaan kelompok tani ini mampu meningkatkan kualitas kopi Kerinci, memperkuat kapasitas KUPS Panglimo, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk kopi lokal,"ungkap Jamil.
Melalui program TJSL PLN Peduli, PLN UIP Sumbagteng terus mendorong lahirnya masyarakat yang mandiri dan produktif dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah.
Program pemberdayaan KUPS Panglimo diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani kopi sekaligus memperkuat posisi kopi Kerinci sebagai komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.