TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung mencatat sebanyak 409 kunjungan warga telah memanfaatkan fasilitas Rumah Singgah gratis yang berlokasi di Semarang dan Yogyakarta sepanjang periode satu tahun pertama, yakni sejak 25 Juni 2025 hingga 20 Juni 2026.
Fasilitas ini dihadirkan sebagai komitmen pelayanan publik yang inklusif untuk meringankan beban operasional masyarakat yang sedang memiliki urusan mendesak di luar daerah.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari pengalaman pribadinya yang kerap mendapati warga Temanggung telantar atau terpaksa tidur beralaskan seadanya di selasar rumah sakit akibat kendala biaya penginapan saat mendampingi keluarga yang dirujuk.
"Alhamdulillah bermanfaat. Karena betapa susahnya kalau ada anggota keluarga sakit.
Jangan ditambah beban biaya penginapan lagi.
Rumah singgah ini gratis untuk pendamping pasien, pelajar, pencari kerja, hingga keperluan darurat. Yang penting warga ber-KTP Temanggung," ungkapnya, Senin (6/7).
"Cukup bagus tempatnya. Ada saudara yang periksa rujukan dari RS Temanggung hasilnya menunggu tiga hari.
Daripada pulang pergi, Rumah Singgah ini sangat membantu dari segi biaya dan capeknya pasien," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Leli Emiliya. Ia mengaku mengetahui Rumah Singgah tersebut saat membesuk tetangganga yang sedang menjalani perawatan di RSUP Sardjito Yogyakarta.
"Karena suatu prosedur, daripada pasien bolak balik Temanggung - Jogja, jadi Rumah singgah ini bisa dipergunakan.
Tempat lumayan luas, bersih, dan sangat layak untuk transit pasien dan keluarga yang menemani," ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Sosial Temanggung, Rumah Singgah di Semarang mencatat sebanyak 207 kunjungan yang didominasi oleh pencari kerja, rombongan pelajar kompetisi, serta atlet daerah.
Sementara itu, Rumah Singgah di Yogyakarta telah melayani 202 kunjungan yang mayoritas dimanfaatkan oleh pasien rawat jalan, pasien kemoterapi berkala, dan keluarga pendamping pasien yang dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito.
Masyarakat Kabupaten Temanggung yang membutuhkan tempat transit atau penginapan darurat di luar kota dapat langsung mendatangi lokasi dengan ketentuan cukup menunjukkan KTP Temanggung selama kapasitas kamar masih tersedia.