SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumsel pada tahun 2025 mencapai 74,76 poin.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,25 persen dibandingkan capaian tahun 2024.
Pertumbuhan IPM pada tahun 2025 ini tercatat signifikan karena berada di atas rata-rata pertumbuhan tahunan periode 2020–2024 yang hanya sebesar 0,77 persen.
Berdasarkan data BPS Sumsel yang dikutip pada Senin (6/7/2026), Kota Palembang masih menempati posisi teratas sebagai wilayah paling sejahtera di Sumsel berdasarkan capaian nilai IPM.
Sementara itu, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mencatatkan nilai IPM terendah, yakni sebesar 70,55 poin. Kondisi ini membuat disparitas atau kesenjangan IPM antarwilayah di Sumsel melebar menjadi 12,72 poin, naik 0,06 poin dari tahun sebelumnya.
Berikut adalah lima kabupaten/kota di Sumatera Selatan dengan nilai IPM tertinggi pada tahun 2025:
Kota Palembang: 83,27 poin (Satu-satunya wilayah berstatus "Sangat Tinggi")
Kota Lubuklinggau: 79,94 poin
Kota Prabumulih: 79,17 poin
Kota Pagar Alam: 74,92 poin
Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU): 74,47 poin
Kenaikan IPM Sumsel tahun ini didorong oleh penguatan di seluruh dimensi penyusunnya.
Pada dimensi kesehatan, Umur Harapan Hidup (UHH) meningkat menjadi 74,58 tahun berkat perbaikan sanitasi dan layanan persalinan.
Dari dimensi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita masyarakat naik menjadi Rp12,416 juta yang didukung stabilitas ekonomi serta penurunan angka pengangguran.
Sementara pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah (HLS) mencapai 12,65 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) meningkat ke angka 8,91 tahun.
Kendati demikian, capaian RLS Sumsel dinilai masih menjadi tantangan strategis karena berada di bawah rata-rata nasional, sehingga memerlukan upaya berkelanjutan untuk menuntaskan program wajib belajar 9 tahun.
Secara umum, seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan mengalami peningkatan IPM pada tahun 2025.
Perubahan signifikan juga terjadi pada Kabupaten Empat Lawang dan Kabupaten PALI yang berhasil naik kelas dari status "Sedang" pada tahun 2024 menjadi berstatus "Tinggi" pada tahun 2025, bergabung dengan 14 kabupaten/kota lainnya yang memiliki rentang nilai IPM 70 hingga 80 poin.
Sementara itu, Walikota Palembang Ratu Dewa memberikan apresiasi jajarannya terhadap hasil IPM Palembang terus merangkak naik yang menandakan kualitas kesehatan, pendidikan, dan daya beli masyarakat mengalami peningkatan riil.
"Langkah efisiensi anggaran di berbagai lini juga mendapat acungan jempol. Saya harap ini menjadi motivasi untuk terus bekerja lebih baik," ungkapnya.
Ia meminta seluruh kepala OPD dan staf untuk fokus pada output (hasil) dan outcome (dampak) yang dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar menumpuk berkas di meja kerja."Logikanya sederhana. Kinerja meroket, kesejahteraan mengikuti. Kinerja melempem, jangan harap ada bonus," kata dia.