Jakarta (ANTARA) - Menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap malam dapat membantu melancarkan buang air besar (BAB) pada pagi hari karena kualitas tidur berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Dilansir dari laman Eating Well pada Senin, dokter spesialis gastroenterologi Catherine Ngo mengatakan tidur yang cukup dan berkualitas membantu sistem pencernaan mempertahankan pola pergerakan usus yang teratur sehingga mendukung kebiasaan BAB yang lebih konsisten.
Penelitian menunjukkan kualitas dan durasi tidur memengaruhi mikrobioma usus, yaitu kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan. Tidur yang tidak teratur atau kurang berkualitas dapat mengganggu ritme sirkadian dan pergerakan usus sehingga meningkatkan risiko sembelit, perut kembung, serta gangguan pencernaan lainnya.
Dokter gastroenterologi Rucha Shah menambahkan kebiasaan tidur terlalu larut juga dapat meningkatkan kadar hormon kortisol pada waktu yang tidak semestinya sehingga mengganggu proses pencernaan. Kondisi ini kerap ditemukan pada pekerja shift malam yang lebih sering mengalami pola BAB tidak teratur.
Selain itu, bangun lebih awal setelah tidur yang cukup memberi waktu lebih banyak bagi tubuh untuk rileks sebelum memulai aktivitas. Menurut Ngo, kondisi rileks membantu otot sfingter bekerja optimal saat proses BAB, sedangkan terburu-buru pada pagi hari dapat membuat tubuh terbiasa menahan keinginan buang air besar.
Untuk menjaga keteraturan BAB, para ahli juga menyarankan untuk mencukupi kebutuhan cairan sepanjang hari, mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, serta berjalan kaki selama 10 hingga 20 menit setelah makan malam untuk membantu merangsang pergerakan usus.
Apabila sembelit tidak membaik meski telah menerapkan perubahan pola makan dan gaya hidup, para ahli menyarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.





