Jakarta (ANTARA) - Mengonsumsi buah pada malam hari umumnya tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan pada orang sehat, meski buah mengandung gula alami, menurut ahli gizi.

Laman Eating Well pada Senin (5/7) waktu setempat menyebutkan, ahli gizi sekaligus spesialis edukasi diabetes Kimberley Rose-Francis menjelaskan tubuh memiliki mekanisme untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil selama tidur melalui kerja hormon dan pelepasan glukosa dari hati.

Ahli gizi Lucy Zhang mengatakan satu porsi buah utuh sebelum tidur umumnya tidak menyebabkan kenaikan gula darah yang drastis karena tubuh mampu memproduksi dan menggunakan insulin secara efektif untuk mengatur kadar glukosa.

Namun, respons tersebut dapat berbeda pada penderita diabetes atau resistensi insulin. Menurut Rose-Francis, beberapa penelitian menunjukkan camilan tinggi karbohidrat sebelum tidur dapat meningkatkan kadar gula darah pada malam hari pada kelompok tersebut.

Meski demikian, buah tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang ramah bagi penderita diabetes. Zhang menyarankan memilih buah utuh yang kaya serat dibandingkan jus buah karena serat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah.

Untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, para ahli merekomendasikan mengonsumsi buah bersama sumber protein atau lemak sehat, seperti apel dengan selai kacang, anggur dengan keju, atau beri dengan yogurt Yunani.

Selain itu, pilih buah yang belum terlalu matang karena mengandung lebih banyak pati resisten, batasi porsi sekitar satu buah berukuran sedang atau satu cangkir buah segar, serta berjalan kaki selama sekitar 10 menit setelah makan untuk membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi.

Menurut para ahli, bagi sebagian besar orang sehat, buah tetap menjadi pilihan camilan malam yang bergizi karena kaya serat, vitamin, mineral, dan antioksidan.