TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Anton Fase menyampaikan ucapan perpisahan setelah resmi mengakhiri kebersamaannya dengan PSIM Yogyakarta.
Meski perjalanannya bersama Laskar Mataram di Super League 2025/2026 terganggu cedera, pemain asal Belanda itu mengaku tetap menyimpan banyak kenangan indah selama membela klub kebanggaan masyarakat Yogyakarta tersebut.
Anton mengungkapkan sejak pertama kali datang ke Yogyakarta, ia langsung merasakan sambutan hangat dari seluruh elemen tim.
Hal itu membuatnya cepat beradaptasi dan merasa nyaman selama berseragam Parang Biru.
“Sejak awal saya datang ke klub ini, semua orang sangat membantu, penuh kasih, dan peduli. Saya juga merasa bahagia dengan seluruh hubungan yang telah saya bangun bersama para pemain, staf, dan semua orang di lingkungan klub,” ujar Anton, Senin (6/7/2026).
Meski harus kehilangan banyak menit bermain akibat cedera, Anton tetap mampu memberikan kontribusi bagi PSIM.
Sepanjang kompetisi, ia mencatatkan dua gol, delapan tembakan tepat sasaran dari 12 percobaan, serta membukukan 143 umpan sukses dari total 168 percobaan umpan.
Bagi Anton, salah satu kenangan yang paling membekas selama membela Laskar Mataram adalah dukungan luar biasa dari para suporter. Ia pun berharap PSIM mampu meraih hasil lebih baik pada musim depan.
“Saya sangat senang bisa bermain untuk klub yang begitu indah dengan suporter yang luar biasa. Saya berharap mereka mendapatkan banyak keberuntungan di musim depan. Untuk para suporter, semoga sukses, dan sampai jumpa lagi,” tuturnya.
Anton sendiri menjadi pemain kelima yang resmi angkat koper dari Wisma PSIM. Sebelumnya, Deri Corfe, Donny Warmerdam, Ikhsan Chan, hingga Andy Setyo Nugroho telah lebih dulu meninggalkan skuad Laskar Mataram.
Sebelumnya, General Manager PSIM, Steven Sunny, mengatakan Anton sebenarnya mampu memberikan kontribusi positif pada awal musim sebelum mengalami cedera.
“Waktu awal musim penampilannya cukup bagus dan sangat membantu tim. Sayangnya dia mengalami cedera retak di bagian jari kaki pada pertengahan musim kemarin dan pemulihannya memang memakan waktu yang cukup signifikan dari ekspektasi,” kata Steven, Jumat (3/7/2026).
Meski harus berpisah, manajemen PSIM tetap memberikan apresiasi atas dedikasi Anton selama berseragam Laskar Mataram.
Steven berharap pemain berusia 26 tahun tersebut dapat melanjutkan kariernya dengan lebih baik di klub berikutnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan dedikasi Anton dengan tim, dan kami mendoakan yang terbaik untuk perjalanan karier Anton selanjutnya,” tutup Steven.