TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar menyiapkan guru tamu untuk Sekolah Rakyat di Kota Blitar yang rencananya mulai beroperasi pada 15 Juli 2026 ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin mengatakan, sudah menyiapkan sebanyak 27 guru tamu tingkat SD dan SMP untuk Sekolah Rakyat.
Sekarang rekrutmen guru dan tanaga pendidik di Sekolah Rakyat oleh pemerintah pusat melalui Kemensos masih berproses.
"Selama proses pemenuhan tenaga di Sekolah Rakyat belum selesai, kami diamanahkan untuk menyiapkan guru tamu," kata Dindin, Senin (6/7/2026).
Baca juga: Persiapan Bazar Blitar Djadoel Capai 80 Persen, Peserta Mulai Hias Stan di Alun-alun
"Kami sediakan guru tamu di tingkat SD dan SMP sebanyak 27 orang. Dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim juga akan menyiapkan guru tamu tingkat SMA," lanjutnya.
Dikatakannya, sesuai target nasional, Sekolah Rakyat di Kota Blitar akan beroperasi pada tahun ajaran baru ini atau pada 15 Juli 2026.
"Pada tahun ajaran baru ini, para siswa Sekolah Rakyat mulai pengenalan di lingkungan sekolah," ujarnya.
Banyak Orang Tua Masih Bimbang
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin mengatakan, banyak orang tua masih bimbang untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat.
Sebab, para siswa Sekolah Rakyat harus tinggal di asrama di area sekolah.
"Kami butuh ekstra keras meyakinkan orang tua yang anaknya sekolah di Sekolah Rakyat agar tidak bimbang. Mereka membayangkan Sekolah Rakyat seperti sekolah asrama lain, padahal ini spesial," kata Mas Ibin.
Untuk itu, kata Mas Ibin, sebelum para siswa masuk, Pemkot Blitar akan mengajak para orang tua cek lokasi di Sekolah Rakyat.
Baca juga: Pendidikan Pramuka Jadi Ekstra Wajib di Sekolah Kota Blitar pada Tahun Ajaran Baru Ini
Ia berharap, para orang tua semakin yakin menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat setelah melihat langsung kondisi lokasi sekolah.
"Rencana, sebelum pengenalan, orang tua akan kami ajak cek lokasi. Setelah cek lokasi mungkin orang tua tambah yakin," ujarnya.
Dikatakannya, target awal, ada 270 siswa mulai tingkat SD, SMP, dan SMA yang masuk di Sekolah Rakyat.
Tapi, saat ini, baru ada sekitar 70 anak yang sudah direkut menjadi calon Sekolah Rakyat di Kota Blitar.
Calon siswa Sekolah Rakyat diprioritaskan untuk anak dari keluarga yang masuk desil 1 dan anak putus sekolah.
"Target siswa ada 270 anak, yang sudah oke sekitar 70 anak. Lainnya masih gamang. Tapi tetap kami sosialisasikan. Kami terus meyakinkan ke masyarakat," katanya.
"Di Sekolah Rakyat ada wali asuh, sekolah ini kayak di rumah. Di sana ada wali asuh yang menggantikan bapak ibu," pungkasnya.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)