TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Persiapan Bazar Blitar Djadoel di Alun-alun Kota Blitar terus dikebut, Senin (6/7/2026).
Hingga H-2 pembukaan ini, persiapan Bazar Blitar Djadoel masih mencapai 80 persen.
Pantauan di lokasi, hampir semua tenda stan Bazar Blitar Djadoel baik di sisi barat dan sisi timur Alun-alun sudah berdiri.
Tenda di sisi barat digunakan untuk stan jadulan yang diikuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Blitar dan instansi lainnya.
Baca juga: DPRD Kediri Godok Aturan Usaha Hiburan dan Rekreasi, Mulai Perizinan, Zonasi dan Jam Operasional
Sekarang, para OPD dan instansi lainnya sedang mendekor stan sesuai tema yang sudah ditetapkan panitia.
Sedang tenda di sisi timur akan digunakan untuk menampunb asosiasi PKL dan UMKM di Kota Blitar.
Kabid Pengawasan Perindustrian Disperindag Kota Blitar, Kurnia Nurmasari mengatakan, persiapan sarana dan prasarana (sarpras) dari panitia saat ini sudah mencapai 80 persen.
Sedang persiapan dari peserta untuk menghias stan masih mencapai 60 persen.
"Sekarang, para peserta masih menghiasa masing-masing stannya sesua tema dari panitia," katanya.
Dikatakannya, jumlah total stan Bazar Blitar Djadoel ada 409 stan dengan rincian 149 stan untuk OPD dan 260 stan untuk asosiasi pedagang.
"Stan jadulan untuk OPD dan instansi lainnya berada di sisi barat, sedang stan untuk asosiasi pedagang berada di sisi timur," ujarnya.
Sekadar diketahui, Bazar Blitar Djadoel akan digelar selama lima hari mulai 8 Juli 2026 sampai 12 Juli 2026.
Bazar Blitar Djadoel tahun ini mengambil tema kembali ke masa lalu.
Lewat tema itu, Pemkot Blitar ingin mememunculkan memori bagaimana Kota Blitar bertransformasi dari masa ke masa.
Baca juga: Kejari Nganjuk : Sekda Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut
Bazar Blitar Djadoel akan menampilkan stan tematik empat masa, yaitu, era kerajaan (1300-1600), era prakemerdekaan (1600-1900), era perjuangan meraih kemerdekaan (1900-1945), dan era pasca kemerdekaan (1945-1980).
Selain memunculkan memori masa lalu, Bazar Blitar Djadoel juga menjadi ajang promosi bagi pelaku UMKM dan sarana edukasi kepada masyarakat di Kota Blitar.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)