Harga Cireng di Bandar Lampung Naik Imbas Kenaikan Harga Tepung Tapioka
Robertus Didik Budiawan Cahyono July 06, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Agus penjual makanan ringan Yokii Food di kawasan Kampung Baru, Bandar Lampung, mengeluhkan lonjakan harga tepung tapioka yang memaksa dirinya menaikkan harga jual barang dagangannya.

Baca juga: Pedagang di Pasar Untung Suropati Bandar Lampung Keluhkan Kelangkaan Stok Tepung

"Harga jajanan di sini naik semua, sebab tepung tapioka naik hampir Rp1.500 per kilogram. Belum lagi harga plastik dan minyak goreng juga ikut naik," ujar Agus saat ditemui di stan miliknya, Senin (6/7/2026).

Demi bertahan di tengah tingginya biaya produksi, stan yang terkenal dengan aneka jajanan berbahan tepung aci ini terpaksa menaikkan harga jual produknya sejak bulan Februari lalu.

Untuk cipuk dan cireng kini ia jual dengan harga Rp5.000/4 biji. Dari sebelumnya dijual dengan harga satuannya Rp1.000.

Untuk Cimol, sebelumnya konsumen bisa mendapatkan 4 biji dengan harga Rp1.000, kini dengan uang Rp1.000 hanya mendapatkan 3 biji.

Meski ada kenaikan harga, antusiasme pembeli rupanya tidak lantas surut. Dalam sehari, Agus mengaku mampu menjual minimal 2 resep Cipuk (sekitar 210 biji) dan penjualan cimol hingga 500 biji per hari.

Walaupun sudah menaikkan harga berbagai menu, Agus mengungkapkan ada satu menu yang berhenti produksi, yaitu cerita menu Cibai (Aci Ngambay). 

Camilan yang memerlukan kulit pembungkus khusus berbahan dasar aci ini terpaksa berhenti diproduksi total.

Agus menjelaskan bahwa biaya produksi Cibai sudah tidak sebanding lagi dengan harga jual yang bisa diterima konsumen.

"Kalau Cibai, kita sudah enggak sanggup produksi lagi karena modalnya dan harga jualnya enggak ketemu sejak tepung tapioka naik. Jadi untuk sementara kami stop," ungkapnya.

Kondisi ini membuat Agus berharap besar kepada pemerintah agar dapat segera menstabilkan harga bahan-bahan pokok di pasaran.

"Harapannya ya mau bahan-bahan pada turun. Minimal minyak goreng sama plastik turun harganya. Kalau semua sudah normal, baru kita bisa produksi (Cibai) lagi kayak dulu lagi," tutup Agus.

(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.