Sasakawa Peace Foundation Terbitkan Buku Panduan Hidup Berdampingan dengan Warga Asing di Jepang
Eko Sutriyanto July 06, 2026 05:38 PM

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Yayasan Sasakawa Peace Foundation menerbitkan buku panduan terbaru berjudul "Handbook Hidup Berdampingan dengan Warga Asing – Sikap Dasar Penerimaan dan Kumpulan Praktik Baik" pada April 2026. Buku ini disusun sebagai pedoman bagi pemerintah daerah, organisasi masyarakat, perusahaan, serta relawan dalam membangun masyarakat yang inklusif di tengah terus meningkatnya jumlah warga asing di Jepang.

Dalam pengantarnya, yayasan tersebut menegaskan bahwa hidup berdampingan (tabunka kyōsei/multikultural) dengan warga asing telah menjadi salah satu tantangan paling mendesak bagi Jepang. 

Tidak lagi hanya terkonsentrasi di daerah industri tertentu, warga asing kini tinggal di berbagai wilayah Jepang dengan latar belakang budaya yang semakin beragam.

Panduan ini menekankan bahwa tujuan utama bukan sekadar menerima tenaga kerja asing, melainkan membangun masyarakat yang inklusif sehingga tidak ada seorang pun yang tertinggal. 

Baca juga: WNI Pekerja Konstruksi Ditangkap di Jepang, Diduga Cabuli Siswi SMP di Pusat Perbelanjaan

Hubungan saling mendukung antara warga Jepang dan warga asing dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan masyarakat di tengah penurunan angka kelahiran dan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.

Buku tersebut terdiri atas dua bagian utama. Bagian pertama membahas karakteristik warga asing di Jepang, keragaman masyarakat penerima, cara membangun sistem hidup berdampingan, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan pemerintah daerah. 

Bagian kedua mengulas berbagai tantangan praktis, mulai dari kehidupan sehari-hari, pendidikan bahasa Jepang, pendidikan anak, ketenagakerjaan, layanan kesehatan dan kesehatan mental, kesejahteraan sosial, pensiun, hingga penanggulangan bencana.

Menurut Sasakawa Peace Foundation, setiap daerah memiliki kondisi yang berbeda sehingga tidak ada satu model yang bisa diterapkan secara seragam. Karena itu, buku panduan ini menampilkan 27 contoh praktik terbaik dari berbagai daerah di Jepang, termasuk kerja sama antara pemerintah daerah, organisasi internasional, perusahaan, sekolah, rumah sakit, organisasi nirlaba (NPO), komunitas etnis, hingga kelompok relawan.

Panduan tersebut juga menggarisbawahi bahwa warga asing di Jepang memiliki latar belakang yang sangat beragam, mulai dari pekerja, mahasiswa, keluarga, hingga pengungsi. 

Oleh sebab itu, kebijakan pemerintah daerah harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat setempat dan mengedepankan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta saling pengertian antara warga Jepang dan warga asing.

Sasakawa Peace Foundation berharap buku panduan ini dapat menjadi referensi praktis bagi pemerintah daerah dan berbagai pihak yang terlibat dalam membangun masyarakat multikultural yang harmonis di Jepang, sekaligus memperkuat kerja sama antara penduduk lokal dan warga asing dalam menghadapi perubahan demografi negara tersebut.

Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.