Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Keberadaan Koperasi Merah Putih di Desa Sungai Petai, Kabupaten Seluma, menjadi sorotan setelah lokasinya disebut berada di tengah kawasan hutan.
Awalnya video yang diunggah akun TikTok GoloSportFishing menyebut Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma, berdiri di tengah hutan, viral di media sosial dan menjadi perbincangan publik.
Menanggapi narasi tersebut, Pemerintah Desa Sungai Petai, Kabupaten Seluma membantah informasi yang beredar dan menegaskan bahwa lokasi pembangunan gedung KDMP bukan berada di tengah hutan, melainkan di kawasan yang telah ditetapkan sebagai pusat pengembangan desa.
Kepala Desa Sungai Petai, Rendi, mengatakan narasi dalam video tersebut tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Menurutnya Kades Sungai Petai, gedung KDMP dibangun di Dusun I Desa Sungai Petai.
Lokasi tersebut hanya berjarak sekitar 150 meter dari permukiman warga dan sekitar 50 meter dari Masjid Al Muhajirin, lapangan sepak bola, serta lapangan bola voli yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Baca juga: Warga Tanam Pisang di Jalan Berlubang Menuju Desa Napal Jungur Seluma, Dinas PUPR Tinjau Langsung
Kawasan yang tampak dipenuhi pepohonan dalam video bukan merupakan hutan terisolasi, melainkan lahan milik desa yang telah dipersiapkan sebagai kawasan pengembangan permukiman dan fasilitas umum di masa mendatang.
"Pembangunan KDMP dilakukan berdasarkan perencanaan yang telah disepakati bersama masyarakat, bukan keputusan sepihak pemerintah desa," kata Rendi.
Sebelum penentuan lokasi pembangunan lanjut Kades Sungai Petai, pemerintah desa telah menggelar musyawarah yang melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta unsur lainnya.
"Hasil musyawarah bersama itulah yang menjadi dasar penentuan lokasi. Jadi bukan keputusan pemerintah desa sendiri," ucap Rendi.
Menurut Rendi, lokasi tersebut dipilih karena dinilai strategis untuk mendukung pengembangan desa ke depan, sekaligus memudahkan akses masyarakat terhadap berbagai fasilitas yang akan dibangun secara bertahap.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar di media sosial, terutama informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Masyarakat jangan langsung percaya dengan narasi yang beredar di media sosial. Sebaiknya dilakukan konfirmasi kepada pemerintah desa atau pihak terkait agar informasi yang diterima benar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman," Rendi mengingatkan.
Kades Sungai Petai berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat, sehingga tidak menimbulkan persepsi keliru terhadap pembangunan Gedung KDKMP yang merupakan salah satu program untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa.
"Kami harap akun TikTok yang menyebarkan video dapat membuat klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat," sampai Rendi.