Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Detik-detik Syahrul Ramadan (18) pengawas objek wisata Batu Kambing, Desa Padang Kedeper, Kecamatan Merigi Kelindang menceritakan berusaha menyelamatkan Sintia Bella (16), pelajar SMAN 5 Bengkulu Tengah yang tenggelam di lokasi wisata tersebut, Minggu (5/7/2026).
Saat kejadian dirinya sedang berada di loket pengambilan tiket karena menggantikan rekannya yang izin meninggalkan loket untuk sementara waktu.
"Waktu itu saya lagi di lokasi pengambilan tiket. Tiba-tiba saya dengar pengunjung teriak dari bawah kalau ada yang tenggelam," kata Syahrul, Senin (6/7/2026).
Mendengar teriakan tersebut, ia langsung berlari menuju lokasi kejadian dan tanpa berpikir panjang terjun ke sungai untuk mencari korban.
Namun saat tiba di titik korban tenggelam, pelajar tersebut sudah tidak terlihat di permukaan air.
"Saya langsung terjun untuk penyelamatan. Sampai di lokasi korban sudah tenggelam di dasar sungai," ujarnya.
Syahrul mengaku sempat menyelam sebanyak tiga kali. Namun kedalaman sungai yang diperkirakan mencapai sekitar tiga meter membuat dirinya kesulitan menjangkau dasar sungai.
"Saya tiga kali menyelam, tapi tidak sampai ke dasar. Akhirnya saya naik lagi untuk menelepon warga desa yang bisa membantu menyelam," ungkapnya.
Baca juga: Breaking News: Siswi SMAN 5 Bengkulu Tengah Tewas Tenggelam di Kawasan Wisata Batu Kambing
Sementara itu, rekan-rekan korban yang berada di lokasi juga sempat berusaha melakukan pencarian.
"Teman-teman korban yang laki-laki ikut menyelam juga, tapi tidak kuat karena memang dalam," katanya.
Menurut Syahrul, berdasarkan keterangan para saksi di lokasi, korban tidak sempat meminta pertolongan saat tenggelam.
"Orang-orang yang melihat bilang korban langsung tenggelam, tidak sempat berontak atau minta tolong," jelasnya.
Tak lama kemudian, sekitar empat hingga lima warga datang membantu proses pencarian.
Salah seorang di antaranya berhasil menyelam hingga ke dasar sungai.
Sekitar 10 hingga 15 menit sejak pencarian dilakukan, korban akhirnya berhasil ditemukan.
"Saat ditemukan, korban sudah tidak bergerak lagi dan langsung dibawa ke rumah sakit," ucap Syahrul.
Syahrul yang telah bekerja sebagai pengawas wisata Batu Kambing selama satu tahun mengaku biasanya bertugas mengawasi pengunjung dari tepi sungai.
Namun saat insiden terjadi, ia tengah diminta menjaga loket tiket menggantikan rekannya.
"Biasanya saya standby di bawah. Kemarin petugas yang satu lagi izin mandi sebentar, jadi saya diminta menjaga tiket. Pas lagi di atas, malah terdengar ada yang teriak minta tolong karena ada pengunjung tenggelam," tuturnya.
Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkulu Tengah bersama sejumlah instansi terkait meninjau objek wisata Batu Kambing di Desa Padang Kedeper, Kecamatan Merigi Kelindang, Senin (6/7/2026), menyusul insiden meninggalnya seorang pelajar yang tenggelam di lokasi tersebut sehari sebelumnya.
Peninjauan dilakukan bersama Camat Merigi Kelindang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek Taba Penanjung, serta Pemerintah Desa Padang Kedeper selaku pengelola objek wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Tengah, Eka Nurmaeni, mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Sekretaris Daerah Bengkulu Tengah untuk mengevaluasi aspek keamanan dan perizinan di kawasan wisata Batu Kambing.
"Kami bersama stakeholder terkait turun langsung untuk melihat kondisi keamanan di lokasi, sekaligus mengevaluasi perizinan yang selama ini dimiliki objek wisata Batu Kambing," kata Eka Nurmaeni saat diwawancarai TribunBengkulu.com, di Wisata Batu Kambing, Senin (6/7/2026).
Dari hasil peninjauan, pihaknya menemukan bahwa pengelola telah menyediakan ban pelampung dan petugas pengawas. Namun, saat insiden terjadi, petugas pengawas tidak berada di titik pengawasan di tepi sungai.
"Kalau sarana seperti ban memang sudah disiapkan dan ada petugas pengawas. Tetapi saat kejadian, petugas pengawas sedang tidak berada di lokasi pengawasan, melainkan naik ke atas," ujarnya.
Atas kondisi tersebut, Dinas Pariwisata meminta agar objek wisata Batu Kambing ditutup sementara.
Selain untuk kepentingan evaluasi, penutupan juga dilakukan karena lokasi masih dipasangi garis polisi dan menjadi bagian dari proses penyelidikan yang dilakukan Polres Bengkulu Tengah.
"Tadi kami juga mengimbau untuk sementara objek wisata ini ditutup dulu. Hari ini masih ada beberapa pengunjung yang datang, tetapi kami minta untuk tidak masuk karena masih ada proses pemeriksaan dari kepolisian terkait kejadian kemarin," jelasnya.
Eka menegaskan, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan objek wisata tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami akan melakukan evaluasi bersama stakeholder terkait mengenai pengelolaan wisata ini ke depan, sehingga aspek keselamatan pengunjung benar-benar menjadi perhatian," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak mengunjungi objek wisata Batu Kambing hingga proses penyelidikan selesai dan hasil evaluasi pemerintah rampung.
"Untuk saat ini kami mengimbau masyarakat agar tidak berkunjung dulu ke Batu Kambing. Lokasi juga sudah dipasangi police line karena masih dalam tahap penyelidikan," tutup Eka.