TRIBUNKALTIM.CO - PT PLN (Persero) mengumumkan rencana penghentian sementara pasokan listrik di sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (6/7/2026) mulai pukul 18.00 WITA.
Penghentian pasokan listrik dilakukan sebagai langkah pengaturan operasi sistem kelistrikan setelah terjadi gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang berdampak terhadap pasokan daya sistem.
Gangguan tersebut tidak hanya memengaruhi satu daerah, tetapi juga berdampak pada sejumlah wilayah kerja PLN, mulai dari Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara hingga Kabupaten Paser.
Dalam pengumuman yang disampaikan masing-masing Unit Layanan Pelanggan (ULP), PLN menjelaskan bahwa penghentian sementara pasokan listrik dijadwalkan berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026, dengan estimasi waktu mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WITA.
Baca juga: Daerah Mati Lampu Samarinda Hari Ini 6 Juli 2026 Pukul 13.00 Wita, PLN Turunkan Personel Gabungan
PLN menyebut langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses penanganan gangguan berlangsung.
Dalam pengumuman resminya, PLN menjelaskan bahwa penyebab dilakukannya penghentian sementara pasokan listrik adalah adanya gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).
PLTGU merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan dua siklus pembangkitan sekaligus, yakni turbin gas dan turbin uap.
Sistem ini dikenal memiliki efisiensi tinggi karena panas buang dari turbin gas dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan uap yang kemudian menggerakkan turbin uap sehingga mampu menghasilkan listrik lebih besar.
Namun, ketika terjadi gangguan pada salah satu komponen pembangkit tersebut, pasokan daya ke sistem kelistrikan dapat berkurang sehingga operator harus melakukan pengaturan beban listrik agar jaringan tetap stabil dan tidak mengalami gangguan yang lebih luas.
Dalam pengumumannya, PLN menyampaikan:
"Sehubungan dengan adanya gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) swasta berskala besar yang berdampak pada pasokan daya sistem, PLN akan melakukan pengaturan operasi kelistrikan guna menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan."
Khusus wilayah Samarinda dan Tenggarong, pengumuman PLN juga menyebut gangguan teknis terjadi pada komponen PLTGU yang berdampak terhadap pasokan daya sistem, sehingga dilakukan langkah pengaturan operasi kelistrikan.
PLN menetapkan estimasi penghentian sementara pasokan listrik berlangsung selama sekitar tiga jam.
Adapun informasi yang dihimpun hingga 17.20 WITA, jadwal yang diumumkan adalah:
Hari/Tanggal: Senin, 6 Juli 2026
Estimasi waktu: pukul 18.00 sampai 21.00 WITA.
Meski demikian, PLN mengingatkan bahwa jadwal tersebut masih bersifat estimasi.
Perusahaan menyampaikan bahwa pelaksanaan penghentian sementara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi sistem kelistrikan di lapangan.
Dalam keterangannya, PLN menyatakan, "Rencana penghentian sementara ini dapat mengalami perubahan jadwal, durasi, maupun pembatalan sesuai dengan perkembangan kondisi sistem kelistrikan dan ketersediaan neraca daya."
Neraca daya sendiri merupakan perbandingan antara kebutuhan listrik pelanggan dengan kemampuan pasokan listrik yang tersedia pada suatu sistem.
Ketika pasokan berkurang akibat gangguan pembangkit, PLN melakukan penyesuaian agar keseimbangan sistem tetap terjaga.
Wilayah Terdampak di Balikpapan
Untuk wilayah kerja PLN ULP Balikpapan Selatan, penghentian sementara pasokan listrik diperkirakan terjadi di beberapa kawasan yang berada di Kota Balikpapan.
Wilayah yang diumumkan meliputi:
Sebagian Manggar, yang berada di Kecamatan Balikpapan Timur.
Lamaru, yang juga termasuk wilayah Kecamatan Balikpapan Timur.
Tritip, yang berada di Kecamatan Balikpapan Timur.
Gunung Tembak, Kecamatan Balikpapan Timur.
Update terbaru informasi dirilis 17.32 WITA:
Balikpapan Utara terdampak mati listrik sore ini:
Giri rejo, Qbic, Lap Golf kariangau, Mulia Jaya Mandiri, Bizhub 52, Graha Indah, Projakal, Soekarno hatta km 5, Sanggabuana dan sekitarnya, Bangun Reksa, Taman Sari, Adiguna, Batuah, Batu Ratna, Perum Atlantic, Km 6
Daftar Wilayah Mati Lampu di Tanah Grogot
Sementara itu, wilayah kerja PLN ULP Tanah Grogot di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, juga masuk dalam daftar daerah yang terdampak.
Beberapa kawasan yang diumumkan antara lain:
Bambu Asri
Sangkuriman
Tanah Priuk
SP2
Suatang Baru
Sebandep
Saing Prupuk
Petangis
Kerang Dayo
Tampakan
Mengkudu
Lomu–Senipah
Sekayu
dan wilayah sekitarnya.
Daftar Wilayah Mati Lampu di Samarinda, Muara Jawa, Samboja hingga Sanga-Sanga
Selain Balikpapan dan Kabupaten Paser, pengaturan operasi kelistrikan juga dilakukan di sejumlah wilayah yang berada dalam area kerja PLN ULP Samarinda Seberang/UP3 Samarinda.
Kawasan terdampak tidak hanya berada di Kota Samarinda, tetapi juga mencakup sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara yang masih terhubung dalam sistem kelistrikan yang sama.
Jalur Soekarno Hatta Samarinda hingga Kawasan KM 31
Kelompok pertama mencakup kawasan yang berada di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, yang sebagian besar masuk wilayah Kecamatan Samarinda Seberang, Kecamatan Loa Janan Ilir, hingga berbatasan dengan wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Wilayah yang diumumkan PLN meliputi:
Jalan Soekarno Hatta KM 2 hingga KM 14.
Jalan Perum H. Saleh.
Kasihani.
Jalan Tani Subur.
Kawasan Batalyon 611 Awang Long.
Aspol.
Rifadin.
Jalan Pembangunan.
Jalan Dusun Sarimulya.
Jalan Putak Dayak.
Jatah.
Jalan KM 8.
Luther Kombong.
Rumah Retret Bukit Rahmat.
Jalan Dusun Manunggal Jaya.
PT IBP.
SPBU KM 19.
Jalan Soekarno Hatta KM 20 hingga KM 31.
Masjid Cheng Ho.
Jalan Tani Harapan.
Polsek Tahura.
dan kawasan sekitarnya.
Kawasan Jalan Cipto, Ahmad Yani hingga APT Pranoto
Pengumuman berikutnya mencakup sejumlah ruas jalan yang berada di wilayah Kota Samarinda.
Daerah yang diperkirakan terdampak meliputi:
Jalan Manunggal 2.
Jalan Cipto.
Jalan Syahrani Dahlan.
Jalan S. Ratulangi.
Perumahan Pinang Bahari.
Jalan Ahmad Yani.
Jalan APT Pranoto.
serta kawasan sekitarnya.
Muara Kembang dan Samboja Turut Masuk Daftar
PLN juga mengumumkan penghentian sementara pasokan listrik di kawasan Muara Kembang yang berada di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Wilayah yang masuk dalam daftar meliputi:
Jalan Hauling.
Jalan Sulawesi.
Jalan Pelita.
Jalan Kawasan Muara Kembang Luar.
Jalan Air Panas.
Jalan Jalur Pipa.
Tama Pole.
Muara Kembang Dalam.
Muara Kembang Luar.
serta kawasan sekitarnya.
Selain itu, wilayah Samboja, yang kini berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, juga masuk dalam daftar terdampak.
Adapun kawasan yang diumumkan PLN meliputi:
Gunung Pasir.
TB Muara Jawa.
Jalur.
PT Semeru Surya Semen.
dan kawasan sekitarnya.
Kawasan Pelabuhan dan Jalan Diponegoro
Kelompok wilayah berikutnya mencakup sejumlah kawasan yang berada di sekitar pelabuhan dan pusat aktivitas perdagangan.
PLN mencatat daerah terdampak meliputi:
Jalan Delima.
Jalan Pepaya.
Jalan Sirsat.
Jalan Durian.
Jalan Pangeran Diponegoro.
Jalan PT MKT.
Jalan Nahkoda.
Jalan Pelabuhan.
Jalur 2 Peti Kemas.
Jalan Daya Besar.
Jalan Pangeran Antasari.
Jalan Mulawarman.
Perumahan Griya Sejahtera.
Jalan Gunung Sari.
Jalan Rambutan.
Jalan Salak.
dan kawasan sekitarnya.
Wilayah Sanga-Sanga Ikut Mengalami Pengaturan Pasokan
PLN juga mengumumkan penghentian sementara listrik di wilayah Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Daerah yang disebutkan meliputi:
Jalan Ampera.
Jalan Poros Bantuas–Sanga-Sanga.
Jalan Bunga.
Jalan Al-Hasnie.
Jalan Kenanga.
Jalan Srikandi.
Bengen.
Jalan Dr. Wahidin.
Jalan Pahlawan.
Jalan Corong.
Jalan Kawasan.
Jalan Jenderal Sudirman.
Jalan Gajah Mada.
Jalan Mada.
Jalan Dermaga 7.
Jalan Ahmad Yani.
Jalan Slamet Riyadi.
Jalan Dr. Sutomo.
Jalan Yos Sudarso.
Jalan Budiyono.
Jalur Pipa.
Setia Kawan.
serta kawasan sekitarnya.
Dalam pengumuman lainnya, PLN juga memasukkan:
Jalan Jaya Makmur.
Pudak.
BAN 1.
BAN 2.
Jalan Dermaga.
dan kawasan sekitarnya.
Wilayah Tenggarong Juga Masuk Daftar Pengaturan Pasokan Listrik
Selain Balikpapan, Tanah Grogot, dan sejumlah wilayah di Samarinda serta Kabupaten Kutai Kartanegara, PLN ULP Tenggarong juga mengumumkan rencana penghentian sementara pasokan listrik di sejumlah kawasan yang berada di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Penghentian sementara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026, mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WITA sebagai bagian dari pengaturan operasi sistem kelistrikan akibat gangguan teknis pada komponen PLTGU yang berdampak terhadap pasokan daya sistem.
Wilayah yang diumumkan PLN mencakup kawasan permukiman, pusat perdagangan, ruas jalan utama, fasilitas umum, hingga kawasan wisata yang tersebar di Kota Tenggarong.
Puluhan Jalan dan Kawasan di Tenggarong Terdampak
Berdasarkan pengumuman resmi PLN ULP Tenggarong, penghentian sementara pasokan listrik diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah berikut:
Danau Semayang.
Jalan Maduningrat.
Jalan Kartini.
Jalan Danau Melintang.
Jalan Danau Jempang.
Jalan Danau Murung.
Jalan Gunung Meratu.
Jalan Gunung Semeru.
Pasar Tangga Arung.
Jalan Jenderal Sudirman.
Jalan Tepian Pandan.
Jalan Mayjen Sutoyo.
Jalan Awang Sabran.
Jalan Panji.
Jalan KH Ahmad Muksin.
Jalan S. Parman.
Jalan Cut Nyak Dien.
Jalan Ahmad Yani.
Jalan KH Dewantara.
Jalan Melati.
Jalan Teratai.
Kawasan Monumen.
Pulau Kumala.
Jalan Wolter Monginsidi.
Jalan Jelawat.
Jalan Patin.
Jalan Ruwan.
Jalan Arwana.
Jalan Diponegoro.
Jalan Awang Long.
Jalan Pattimura.
Sukarame.
Jalan APT Pranoto.
Kawasan PDAM Kampung Baru.
Jalan AM Sangaji.
Jalan H. Djafar Seman.
Al Jawahir.
Kejawi Permai.
Mangkurawang.
Pateh Kota.
Jalan Ahmad Dahlan.
Tambak Rel.
Kramajaya.
Jalan Usaha Tani.
Perumahan Krangayuda.
Jalan Krama Jaya.
Pasar Mangkurawang.
dan wilayah sekitarnya.
PLN Kerahkan Seluruh Sumber Daya
Dalam setiap pengumuman yang diterbitkan oleh unit pelayanan di berbagai daerah, PLN menegaskan bahwa perusahaan terus mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan.
Langkah tersebut dilakukan agar dampak yang dirasakan pelanggan dapat diminimalkan dan pasokan listrik kembali normal sesegera mungkin.
PLN menyampaikan,"PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak kepada pelanggan."
Selain itu, perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pengaturan operasi kelistrikan berlangsung.
Dalam pengumuman resminya disebutkan:
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan."