Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, menebus ijazah seorang siswa yatim di SMA Muhammadiyah 2 Jakarta yang selama ini tertahan akibat kendala biaya.

Langkah tersebut dilakukan agar siswa tersebut dapat segera menggunakan ijazahnya sebagai modal melamar pekerjaan dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.

“Sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang kami himpun dalam kegiatan reses. Ijazah tersebut selama ini tertahan dan sangat dibutuhkan untuk keperluan melamar pekerjaan," kata Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth di Jakarta, Senin.

Menurut Kenneth, setiap aspirasi yang diterima saat reses harus diwujudkan dalam langkah nyata agar manfaat kehadiran wakil rakyat benar-benar dirasakan masyarakat.

Kenneth menilai mungkin bagi sebagian orang, ijazah hanya selembar dokumen. Namun, bagi mereka yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan, ijazah merupakan syarat penting untuk membuka kesempatan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

"Karena itu, setiap anak bangsa harus memiliki akses terhadap hak pendidikannya tanpa terhambat oleh kondisi ekonomi," kata Kenneth.

Ia berharap bantuan penebusan ijazah tersebut dapat menjadi titik awal bagi siswa tersebut untuk memperoleh pekerjaan yang layak sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

"Saya berharap ijazah yang telah diterima dapat menjadi jalan bagi yang bersangkutan untuk memperoleh pekerjaan yang layak, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan meraih masa depan yang lebih cerah," tuturnya.

Kenneth menilai persoalan penahanan ijazah tidak cukup diselesaikan melalui aksi sosial semata, perlu ada kebijakan yang agar mampu mencegah kasus serupa terus terjadi di Jakarta.

Menurut dia, pendidikan adalah hak setiap anak. Karena itu, ia menegaskan tidak boleh ada siswa yang kehilangan kesempatan melanjutkan sekolah, kuliah, atau mencari pekerjaan hanya karena ijazah mereka masih tertahan akibat tunggakan biaya.

“Hari ini kami hadir bukan hanya untuk membantu menebus ijazah, tetapi juga ingin memastikan persoalan seperti ini tidak terus berulang di Jakarta," kata dia.