Sebuah mobil pikap yang mengangkut barang bekas hangus terbakar di Jalan Persawahan, Desa Sidoraharjo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Senin (6/7/2026) siang. Insiden kebakaran ini sempat terekam dalam video amatir warga dan tersebar luas di media sosial.
Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 13.31 WIB. Mobil pikap tersebut diketahui dikendarai oleh Kamat, warga setempat yang menyewa kendaraan tersebut khusus untuk mengangkut muatan plastik dan barang-barang bekas.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik, Suyono, menjelaskan kronologi awal mula munculnya kobaran api yang menghanguskan seluruh badan kendaraan roda empat tersebut.
"Di perjalanan daerah persawahan Desa Sidoraharjo, Kamat selaku pengemudi melihat adanya api di bak mobil pikap akibat adanya muatan plastik yang terbakar. Kamat langsung menghentikan mobilnya dan berusaha memadamkan api," ujar Suyono saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).
Namun, karena barang bawaan didominasi oleh bahan plastik kering yang sangat mudah terbakar, kobaran api dengan cepat membesar dan tidak terkendali. Upaya mandiri yang dilakukan oleh Kamat tidak membuahkan hasil hingga membuatnya panik di tengah area persawahan.
Warga sekitar yang melihat kepulan asap hitam pekat langsung berinisiatif melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kedamean. Pihak kepolisian kemudian meneruskan laporan tersebut ke Pos Pemadam Kebakaran Driyorejo guna penanganan darurat.
Segera setelah menerima laporan, satu tim personel Damkar Pos Driyorejo langsung meluncur ke tempat kejadian kebakaran (TKK). Petugas sigap melakukan pemadaman sekaligus pembasahan menyeluruh pada kerangka mobil pikap agar titik api benar-benar padam.
Berikut rincian penanganan kebakaran pikap di Kedamean:
"Pukul 14.23 WIB api selesai dipadamkan secara total. Estimasi kerugian akibat musibah kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 60 juta," tambah Suyono.
Suyono memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini karena pengemudi berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah api mulai membesar. Kejadian ini menjadi imbauan penting bagi masyarakat untuk selalu waspada saat mengangkut material yang mudah terbakar di bawah terik matahari langsung.